Tamu Misterius Interupsi, Raker Komisi I-KPI Terganggu
Rabu, 29 Jun 2005 16:44 WIB
Jakarta - Kericuhan kecil mewarnai rapat kerja Komisi I DPR dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di ruang Komisi I Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Raker yang dijadwalkan membahas berbagai persoalan terkait keberadaan KPI sempat tertunda.Kericuhan terjadi saat rapat dengar pendapat tengah berlangsung, Rabu (29/6/2005). Tiba-tiba Ketua Dewan Pekerja (DP) Jakarta News FM (Jaknews) Hendrik Dikson Sirait yang hadir dan duduk di belakang anggota KPI melakukan interupsi saat Ketua Komisi I Theo L Sambuaga mempersilakan para anggota dewan mulai bertanya. "Interupsi Ketua sidang," sela Hendrik dengan suara keras. Theo tampak bingung mendengar adanya interupsi dari arah anggota KPI duduk. " Lha kamu siapa," kata Theo bingung.Hendrik menjelaskan bahwa dirinya adalah Ketua DP Jaknews FM. Belum selesai penjelasan, Theo menyela. "Saya kira kamu bagian dari KPI, karena duduk di situ,"katanya. Anggota Komisi I Efendi Simbolon yang duduk di sayap kiri pun ikut menyela. "Ketua sidang. Dia ini siapa, dia bukan peserta sidang," katanya.Namun Theo tetap berusaha mencari tahu siapa dan apa maksudnya melakukan interupsi. "Biarkan dia jelaskan dulu siapa, biar dia kenalkan diri," kata Theo keras.Mendapat kesempatan, Hendrik segera mengenalkan diri. "Kami dari Dewan Pekerja Jaknews , kami mau menyampaikan aspirasi kami," ujarnya. Di saat yang bersamaan, rekan-rekan Hendrik yang berada di balkon membentangkan spanduk. "Biarkan Jaknews FM mengudara", demikian bunyi spanduk tersebut. Mendapat interupsi dari orang-orang yang tak diundang, akhirnya Theo Sambuaga mengusir secara halus. "Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi di sini bukan forumnya. Forum ini adalah RDP dengan KPI, bukan forum pernyampaian aspirasi," kata Theo.Namun Hendrik tetap ngotot dan mulai membacakan aspirasinya. Namun belum sampai Hendrik bercuap-cuap panjang lebar, Theo memotongnya. "Ini bukan tempat menyampaikan aspirasi. Sekarang konteksnya forum RDP," teriaknya keras sambil mengetuk palu. Tak lama kemudian, mikrofon di depan Hendrik Sirait dimatikan. Beberapa orang staf Komisi I segera menghampiri Hendrik dan memintanya untuk keluar ruangan. Demikian juga spanduk yang dibentangkan oleh para pekerja Jaknews FM digulung oleh satpam DPR RI. Akhirnya, raker dilanjutkan.KPI Ngadu Sering Konflik dengan KominfoDalam raker tersebut, KPI melaporkan berbagai kendala yang dihadapi. Di antaranya KPI mendapatkan fakta konflik di lapangan dengan Kementerian Kominfo mengenai interpretasi UU nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, terutama pasal mengenai siapa yang lebih berhak memberikan izin penyiaran.Ketua Komisi I Theo Sambuaga mengakui ada tumpang tindih antara KPI dengan Kominfo. Sehingga DPR menyanggupi untuk mengadakan pertemuan segitiga. Hanya waktunya belum bisa dipastikan kapan. "Oleh karena itu, Komisi I DPR akan mengadakan pertemuan segitiga antara Komisi I DPR, KPI dan Kominfo, agar didapatkan intepretasi yang sama terhadap UU nomor 32/2002," kata Theo.
(jon/)











































