DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 11:46 WIB

Buron Penggelapan Dokumen RS Sumber Waras Akhirnya Menyerah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Buron Penggelapan Dokumen RS Sumber Waras Akhirnya Menyerah I Wayan Suparmin (tengah) saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (dok. istimewa).
Jakarta - Buron pemalsu dan penggelapan dokumen RS Sumber Waras, I Wayan Suparmin, menyerahkan diri ke kejaksaan. Suparmin melarikan diri setelah divonis Mahkamah Agung (MA) selama 18 bulan penjara.

Suparmin, yang kini sudah terpidana, pun menyerahkan diri. Ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) tersebut sudah lelah menjadi buron selama hampir 2 tahun.

"Awalnya memang tidak kooperatif, tapi sekarang kooperatif dengan menyerahkan diri kemarin. Hari itu juga kita bawa ke Lapas Sukamiskin, Bandung, pukul 21.00 WIB," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Teguh Ananto, kepada wartawan di kantornya, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018).

Teguh mengatakan penyerahan diri Suparmin dilakukan pihak keluarga yang mendatangi kejaksaan beberapa hari yang lalu.

"Pihak keluarga dan penasihat datang, karena dia sakit-sakitan. Intinya, dia kooperatif asal meminta ditahan di Sukamiskin, karena keluarga besar ada di Bandung. Jadi kalau berobat bisa di sana," kata Teguh.



Dari data yang didapatkan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Suparmin meninggalkan Indonesia pada 26 Maret 2017.

"Menurut pengakuan terdakwa, dia pergi ke Thailand. Dia beralasan ingin menenangkan diri," ujar Teguh.

Suparmin dinilai melakukan kejahatan penggelapan dalam kasus pemindahan kepemilikan RS Sumber Waras. Dalam perjalanannya, bank menyerahkan sertifikat tanah hak milik RS Sumber Waras kepada Suparmin.



Padahal RS Sumber Waras sudah beralih ke YKSW dengan ketua Kartini Muljadi. MA pun memutuskan Suparmin divonis 18 bulan penjara pada 13 April 2016.
(aik/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed