BBM di Makassar Langka, Pedagang Eceran Ambil Untung
Rabu, 29 Jun 2005 15:58 WIB
Makassar - Kelangkaan BBM di Makassar dimanfaatkan oleh para pedagang bensin eceran atau biasa disebut botolan. Harga 1 liter premium yang biasanya Rp 2.250 per liter pun dijual mulai Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per liter."Kita juga antre dari pagi. Makanya, kami jual lebih mahal. Kalo mau beli bensin botolan ya harganya memang mahal. Kalau tidak mau, ya silakan ke pom bensin. Di sana (SPBU) sudah habis, kalau masih ada pasti antrean panjang," tutur Aisyah, salah seorang penjual bensin botolan di Jl Abdullah Daeng Sirua, Rabu (29/6/2005).Aisyah mengaku dirinya mendapatkan bensin setelah melewati antrean yang panjang. "Sejak pagi saya antre di pom bensin dengan membawa satu jerigen ukuran 15 liter," ujarnya.Bensin ini lalu dijualnya dengan harga Rp 4 ribu perliter. "Biasanya saya taruh di botol. Tapi tadi, pas sudah antre tiba-tiba ada pengendara yang langsung mau beli. Langsung saya kasih," terangnya.Hal yang sama juga dilakukan oleh Alif. "Saya jual 5 ribu perliter. Kan lama nunggunya. Itu pun kalau dapat," ucapnya. Daripada mesin kendaraan tak hidup, akhirnya banyak pengendara membeli bensin botolan meski harganya lebih mahal dibanding beli langsung di SPBU. "Daripada antrean panjang, dan belum jelas dapat atau tidak, mending beli botolan. Hanya beda seribu per liter," tutur Suaib, salah seorang pengendara motor.Sementara itu, kelangkaan BBM juga berimbas pada kenaikan harga angkutan kota atau pete-pete. Beberapa sopir angkutan kota menaikkan sendiri tarif angkutannya. "Mau tak mau kita kasih naik juga. Karna bensin susah didapat, dan ada yang mahal harganya," ucap Daeng Nai', salah seorang sopir jurusan Makassar Mall- Daya. Tarif angkutan yang biasanya, Rp 1.500 menjadi Rp 2.500 hingga Rp 3.000.Hingga kini, antrean masih terjadi di sejumlah SPBU di Makassar. Para pengendara pun harus rela memarkir kendaraannya disekitar lokasi SPBU lantaran kehabisan bensin.
(asy/)











































