DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 09:15 WIB

'Indonesia Bubar' Kutipan Novel, Hanura: Prabowo Mengkhayal Mulu

Tsarina Maharani - detikNews
Indonesia Bubar Kutipan Novel, Hanura: Prabowo Mengkhayal Mulu Foto: Ketua F-Hanura Inas Nasrullah.
Jakarta - Pidato prediksi 'Indonesia bubar 2030' yang disampaikan Ketum Gerindra Prabowo Subianto disebut mengambil referensi dari novel fiksi berjudul 'Ghost Fleet'. Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah menyebut Prabowo sebagai sosok fiksioner.

"Kita tahu ya dia itu orangnya fiksioner, bukan visioner. Ada bahasa baru. Dari dulu dia begitu," kata Inas saat dihubungi, Rabu (21/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]



Ia pun menuding Prabowo tukang mengkhayal. Ramalan soal Indonesia hancur di tahun 2030, sebut Inas, hanya bualan belaka.

"Prabowo itu di otaknya fiksi aja, ngayal mulu. Prabowo itu tukang mengkhayal. Dia bilang Indonesia 2030 hancur, yang hancur itu otaknya bukan Indonesia," sambungnya.

Karena itu, menurut Inas, Prabowo tidak layak menjadi Presiden RI. Ia pun yakin Prabowo takkan terpilih menjadi Presiden sekalipun kembali melenggang di Pilpres 2019.

"Nggak mungkin orang yang hancur otaknya memimpin suatu negara. Saya yakin-lah dia tak akan pernah terpilih jadi Presiden," sebut Inas.


"Lebih baik Pak Prabowo di usia yang sudah lanjut ini banyak-banyak baca Alquran dan belajar agama," imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo berpidato Indonesia bisa bubar di tahun 2030. Video potongan pidato itu diunggah akun Facebook Partai Gerindra.

Ternyata Prabowo bicara soal 'Indonesia bubar 2030' di UI ketika menghadiri peresmian dan bedah buku 'Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo' pada 18 September 2017. Acara diadakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok.

Dalam acara itu, Prabowo turut membawa satu novel berjudul 'Ghost Fleet'. Prabowo lalu mengungkap isi novel tersebut, salah satunya ramalan soal Indonesia di 2030.


"Ghost Fleet ini novel, tapi ditulis dua ahli strategi dari Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi," ungkap Prabowo.
(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed