DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 08:16 WIB

Lalai Pengawas Berujung Tewasnya Nenek Tarminah di Pasar Rumput

Tsarina Maharani - detikNews
Lalai Pengawas Berujung Tewasnya Nenek Tarminah di Pasar Rumput Proyek Pasar Rumput (Foto: Lokasi orang tertimpa besi proyek rusunawa Pasar Rumput (Indra-detikcom)).
Jakarta - Kecelakaan proyek di Rusun Pasar Rumput di Setiabudi, Jakarta Selatan, menyebabkan satu korban tewas. Peristiwa ini disebabkan karena lalainya pengawas proyek.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (18/3). Tarminah (54), kehilangan nyawa saat berbelanja sayur di Pasar Rumput. Sebatang besi sepanjang 3 meter yang jatuh dari proyek rusun menghantam tubuhnya.

[Gambas:Video 20detik]




Pasca-penyelidikan, kepolisian menetapkan kecelakaan itu terjadi disebabkan human error. Polisi menyebut pengawas proyek bersalah. Dua orang pekerja juga disebut menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

"Jadi memang ada diduga dua orang yang melakukan pembukaan terhadap scaffolding (perancah)," kata Kombes Mardiaz Kusin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (21/3/2018).


Kedua pekerja itu, kata Mardiaz, sempat membongkar beberapa batang besi yang telah dirangkai di struktur perancah. Namun, keduanya tidak hati-hati dan tak memperhitungkan dampak yang akan terjadi pada struktur bangunan sementara itu.

Akibatnya, dua batang besi pun jatuh. Salah satunya jatuh dan terpelanting, kemudian satunya jatuh menimpa warga.

"Jadi kita lihat dari beberapa batang besi yang dirangkai dua orang ini membuka dan itu tidak diperhitungkan," ujar Mardiaz.


"Sehingga satu batang besi jatuh ke bawah dan kena lagi besi lain kemudian terpelanting," imbuhnya.

Kecelakaan ini disebut bisa saja dihindari apabila di sekitar proyek rusun dipasang jala-jala. Sayangnya potongan besi jatuh hingga menyebabkan korban tewas karena tidak ada pengamanan.

Selanjutnya, penyidik akan memeriksa para pekerja proyek untuk mengetahui tugasnya masing-masing. Selain pekerja, polisi juga memeriksa pihak PT Waskita Karya, kontraktor proyek.


Kemudian, polisi akan melakukan gelar perkara untuk mengambil langkah selanjutnya. "Dari itu semua baru kita akan gelar perkara dan tentukan tersangka," tutur Mardiaz.


(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed