DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 01:05 WIB

Jokowi Tegaskan Demokrasi Harus Sejahterakan Rakyat

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Tegaskan Demokrasi Harus Sejahterakan Rakyat Presiden Jokowi berbicara tentang demokrasi. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Dalam Rapat Pimpinan Nasional II Partai Perindo, Presiden Joko Widodo berbicara tentang demokrasi. Jokowi menegaskan demokrasi itu harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Jokowi mengatakan, sebagai pelaku utama dalam demokrasi, partai politik dan politikus harus menunjukkan demokrasi menjadi mekanisme yang paling baik untuk membawa bangsa ini pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Demokrasi juga harus mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan menjadi pendukung penting bagi penguatan daya saing bangsa Indonesia," kata Jokowi dalam Rakernas II Perindo di Plennary Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018) malam.


Jokowi mengatakan partai-partai politik dan para politikus juga harus membuat demokrasi yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Juga harus bisa mengatasi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Untuk mengatasi kemiskinan, untuk pemerataan kesejahteraan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan untuk meningkatkan daya saing bangsa," katanya.

Jokowi pun mengingatkan, proses pemilu yang berlangsung setiap 5 tahun harus mendukung keberlanjutan pembangunan yang ada. Pilkada dan pemilu juga tidak boleh menginterupsi program-program pembangunan.

"Jangan sampai karena pilkada dan pemilu justru kegiatan ekonomi tersendat, dan peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi terganggu. Proses demokrasi, khususnya pilkada 2018 beserta Pileg dan Pilpres 2019, tidak boleh mengganggu momentum pembangunan nasional yang sedang kita lakukan," jelasnya.

Jokowi kembali mengingatkan soal pilkada, pileg, dan pilpres. Ditegaskan dia, kontestasi tersebut harus menjunjung tinggi etika dan tata krama. Kontestasi harus saling menghargai dan menghormati dan tidak saling mencemooh.


"Perbedaan jangan mengganggu persatuan dan kesatuan. Perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan itu biasa. Sekali lagi, harus menjunjung tinggi sopan santun dan adat ketimuran. Kita tidak saling menghujat dan mencemooh, tidak pula menyebar berita bohong dan ujaran kebencian," urai Jokowi.

Jokowi pun mengajak Partai Perindo serta seluruh parpol dan politikus untuk memfokuskan pada adu program dan prestasi dalam pilkada, pileg, serta Pilpres 2019. Adu program dalam hal menyejahterakan rakyat, meningkatkan ekonomi, menjaga persatuan bangsa, hingga membawa Indonesia menjadi negara maju.

"Marilah kita bekerja sama untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita, membuat demokrasi yang menyejahterakan rakyat dan kebebasan politik yang santun, yang konstruktif, sesuai dengan adat istiadat bangsa kita Indonesia," tutupnya.
(jor/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed