DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 21:45 WIB

Ada MCA Asli dan Palsu, Mana yang Benar?

Aditya Mardiastuti - detikNews
Ada MCA Asli dan Palsu, Mana yang Benar? Tema Mata Najwa Dusta di Dunia Maya (Foto: Screenshot acara Mata Najwa/Trans7).
Jakarta - Anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang menjadi narasumber Mata Najwa, mengaku bingung dengan sejumlah orang yang ditangkap polisi mengatasnamakan MCA. Menurutnya orang-orang yang ditangkap itu berbeda aliran dengan tujuan awal dibentuknya MCA.

"Kalau dari awal MCA yang asli bagus tetep istiqamah (membela ulama), sekarang saya justru bingung ada MCA lain yang keluar konteks. Yang asli tidak ada unsur politik, kepentingan apa, hanya untuk meluruskan seperti ada Islam-Islam yang kurang, Al Maidah meluruskan," terang anggota aktif MCA itu di Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Rabu (21/3/2018).

Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa, kemudian mencecar soal MCA palsu tersebut. Apa perbedaan MCA yang dianggap asli dan disebut palsu.

"(Yang palsu bahas) Islam teroris, Islam radikalis lah," jelas anggota MCA itu.



Pria itu mengaku tidak mengenal sejumlah anggota MCA yang ditangkap polisi. Menurutnya MCA yang asli tidak akan menyebarkan berita bohong dan kebencian.

"Saya melihat ini siapa, kok mereka seperti ini. Saya sebagai anggota MCA ini siapa kok seperti ini. Kalau mereka bener nggak akan seperti itu," urainya.

Najwa kemudian meminta konfirmasi soal keterangan anggota MCA ini ke Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto yang juga dihadirkan sebagai narasumber. Setyo menjelaskan hingga saat ini penyidik Direktorat Siber Polri masih menyelidiki jaringan MCA.

"Nanti penyidik yang akan membuktikan, (yang ditangkap yang asli atau palsu) nanti penyidik yang akan buktikan di pengadilan," tegas Setyo.

Sementara itu, Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menjelaskan perbedaan MCA asli dan palsu terletak pada akhlak. Menurutnya MCA asli tidak akan mengaku-aku sebagai anggota.

"MCA yang asli itu berakhlak, sesuai tuntunan Islam dan nggak bakal mengaku-aku bahwa dia MCA. Kita semua berkumpul nggak ada pada yang tahu," kata Novel.

Namun Novel menepis dia merupakan anggota MCA. Menurutnya, MCA memiliki tujuan mulia untuk membela ulama sehingga tidak boleh dipamerkan.

"Saya bukan MCA, dan tidak pernah akan mau mengaku. Berjuang, karena ibadah nggak boleh riya, kalau kita ngomong, anggota MCA udah bohong udah," ujar Novel.


Novel juga yakin jika oknum-oknum yang ditangkap polisi adalah anggota MCA palsu.

"Mengaku bergabung MCA 5 tahun, dari mana MCA lima tahun," tukas Novel sambil mengacungkan kopian kertas dari berita online.


Novel menyebut jika anggota MCA yang asli tidak pernah mengaku-ngaku sebagai anggota MCA. Menurutnya anggota MCA tidak perlu menunjukkan identitasnya.

"Mereka ini sebenarnya terkumpul dalam organisasi ini akhirnya kita kumpulinlah. Kalau rekrut tidak ada tugas langsung, kita memberikan penyebaran yang benar. Mereka nggak ada yang mengaku satu persatu muslim cyber army," terangnya.

"Ada di hp saya ada kata-kata mengaku muslim cyber army saya keluar, bohong, karena ibadah nggak pernah ngaku-ngaku. Nggak pernah kelihatan tapi perjuangannya nyata," tegas Novel.

Namun, pernyataan Novel dibantah oleh Direktur NU Online Savic Fahmi. Fahmi meminta agar Novel bisa menjelaskan mana MCA yang asli dan palsu agar tidak saling klaim.

"Saya kira bang Novel ini harus di-clearkan dulu. Alumni aja udah nggak satu, apalagi MCA, nanti yang lain ada yang protes ada yang asli, karena kemarin saya ketemu beberapa ada yang asli punya visi-misi punya nilai. Harus diselesaikan dulu itu," kata Fahmi.

Novel terus menyela keterangan Fahmi dan menegaskan MCA asli tidak akan mengaku-aku sebagai anggota MCA. Novel berkeyakinan jika MCA yang ditemui Fahmi adalah yang palsu.

"Berarti semua MCA di Facebook, Twitter, Instagram palsu semua?" tanya Fahmi.

"Bohong itu semua! Palsu," tegas Novel.

"Menurut Bang Novel palsu semua, walaupun bang Novel mengaku tidak tahu. Yang saya temukan mengatasnamakan diri MCA, bukan yang mengaku-aku, ini muncul seiring demo 411, 212, yang waktu itu mendemo Ahok dipenjara, menyerukan ustaz Rizieq Syihab agar menyerukan agar aktif melawan di media sosial terhadap pembela Ahok," ucap Fahmi.

"Kemudian mereka menamakan diri Cyber army. Mas Ismail Fahmi menemukan 14 Desember, saya menemukan sudah muncul 2 November, dia nggak pake muslim tapi aname cyber army," terang Fahmi.

Dari penelusuran Fahmi Cyber Army sudah muncul sejak 2016. Meski belum bergabung menjadi satu entitas Muslim Cyber Army rata-rata mereka sudah menuliskan identitas tersebut di biodata mereka.

"Jadi 2016 sudah muncul seperti itu dengan tugas pesannya adalah bela Islam jadi spirit 212. Rata-rata mereka berkampanye dengan hastags 212 dan bela Islam. Dan banyak yang menggunakan Muslim Cyber Army atau nama pribadi di biodatanya menggunakan logo atau identik yang muslim cyber army," papar Fahmi.

Namun, Novel terus membantah keterangan Fahmi tersebut. Dia terus menegaskan anggota MCA asli tidak akan mengaku-aku.






(ams/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed