detikNews
Rabu 21 Maret 2018, 20:55 WIB

Anggota: Tujuan Awal MCA Bela Ulama Saat Pilkada DKI Jakarta

Aditya Mardiastuti - detikNews
Anggota: Tujuan Awal MCA Bela Ulama Saat Pilkada DKI Jakarta Tema Dusta Dunia Maya (Foto: Najwa Shihab/Sreenshot Mata Najwa)
Jakarta - Salah satu anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang identitasnya disamarkan mengungkap tujuan awal dibentuknya organisasi tersebut. Dia menyebut MCA dibentuk untuk membela ulama pada masa Pilkada DKI Jakarta.

"Waktu pertama ditawari bergabung dia (teman) menjelaskan bahwa kita harus membela, karena melihat postingan-postingan yang nggak berdasarkan apa itu syariat islam, karena ada perintah ulama. Saya diminta berpartisipasi," kata pria itu di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (21/3/2018).

"(Ulama) dibela untuk agar berita-berita hoax itu kita lawan, membela ulama," sambungnya.


Pria itu mengatakan tujuan awal adalah untuk membela ulama dengan cara memberikan informasi yang benar. Dia mengatakan MCA dibentuk tahun lalu saat masa Pilkada DKI Jakarta.

"Di saat pilkada di DKI Jakarta, di zaman Ahok itu," terangnya.


Dia bergabung di akun Facebook MCA 212 yang beranggotakan sekitar 19 ribu orang. Grup Facebook itu membahas sejumlah isu-isu terkini.

"Kalau saya di dalam grup tersebut saya mencermati dan melihat berita-berita yang berkembang update, setelah itu saya memposting berita-berita yang benar dan ada datanya yang terjadi saat ini," terangnya.

Tak ada ketentuan siapa yang harus memposting isu di grup itu. "Siapapun boleh memposting," imbuhnya.


Dia menambahkan salah satu yang dibahas mengenai kebijakan era Jokowi, hingga tentang aturan bercadar.

"Macem-macem (bahasan) ada Alquran, politik juga, tentang bapak Jokowi juga, tentang Said Aqil. (Tentang Jokowi) kebijakannya yang dulu pernah dibicarakan dan belum terealisasi sekarang," jelasnya.


Dia kemudian menjelaskan pernyataan Said Aqil yang ramai dibahas soal cadar. Saat itu Said mengatakan bahwa cadar bukan budaya Indonesia.

"Statement Pak Said soal cadar itu, wacana cadar itu. Bahwa cadar itu katanya bukan budaya indonesia, katanya budaya Arab," katanya.

Namun, pria itu mengaku belum memverifikasi kebenaran pernyataan Said Aqil yang ramai dibahas di media sosial itu. "Saya belum seakurat itu, saya hanya mencermati perkembangan-perkembangan yang terjadi saat itu," katanya.





(ams/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed