DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 19:16 WIB

Din soal Amien Vs Luhut: Berdamailah dengan Musyawarah

Denita Br Matondang - detikNews
Din soal Amien Vs Luhut: Berdamailah dengan Musyawarah Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin menyayangkan sikap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Amien Rais soal tudingan pembagian sertifikasi tanah sebagai 'pengibulan'. Menurutnya, sikap mengancam tak elok dalam kehidupan berbangsa.

"Seyogianya tidak elok kalau ada ancam-mengancam dalam kehidupan berbangsa karena itu adalah orientasi mengedepankan otot. Kemudian ada reaksi pakai otot pula, itulah yang mengganggu kerukunan. Karena itu, bangsa ini, negara ini memerlukan sikap kenegarawanan," kata Din di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).


Din menilai kritik yang disampaikan Amien sah di alam demokrasi. Din mengaku mengenal Amien Rais sebagai sosok yang kritis dan vokal. Namun Din mengaku tak sepakat dengan isi dan cara Amien Rais mengkritik soal pembagian sertifikat tanah tersebut.

"Saya sendiri tidak sependapat dengan substansi kritiknya maupun cara kritiknya. Saya tidak sepakat dengan substansinya karena itu adalah hal yang harus dijejerkan buktinya," ujar Din.


Di sisi lain, Din menyayangkan cara Luhut menanggapi kritik Amien. Menurutnya, sebagai seorang pejabat publik, Luhut tak semestinya menunjukkan reaksi dengan mengeluarkan ancaman.

"Sebagai pejabat publik, ancam-mengancam selayaknya tidaklah, ya. Itu terlalu mengedepankan otot dan akhirnya nanti aksi-reaksi begitu," tuturnya.


Dia meminta maaf jika pendapatnya tak tepat. Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini berharap kedua belah pihak menutup konflik dengan cara musyawarah.

"Mohon maaf kalau saya berpendapat ini juga tidak elok, maka saya pesankan selesaikan secara bermusyawarah, berdamailah. Pada tingkat pemimpin memang kritik tak bisa terelakkan, ya kita harus siap dengan kritik," tutupnya.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed