DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 18:15 WIB

Diduga Setubuhi Gadis Belia hingga Hamil, Andriyansyah Ditangkap Polisi

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Diduga Setubuhi Gadis Belia hingga Hamil, Andriyansyah Ditangkap Polisi Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Tangerang Selatan - Polisi menangkap Andriyansyah (24) di Setu, Tangerang Selatan. Dia diduga memaksa pacarnya yang masih berusia 16 tahun bersetubuh dengannya hingga korban hamil.

"Akibat persetubuhan tersebut, saat ini korban hamil dan diperkirakan usia kandungannya 7-8 minggu," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho dalam keterangannya, Rabu (21/3/2018).

Tersangka ditangkap pada Selasa (20/3/2018) malam. Dia diduga menyetubuhi korban di tempat kosnya di Serpong, Tangsel, pada Januari 2018.

Awalnya pelaku menjemput korban yang sedang berada di rumah temannya. Korban langsung diajak menuju tempat kos untuk melakukan hubungan suami-istri.

"Setiba di tempat kos tersebut, terlapor mengajak korban melakukan persetubuhan. Setelah melakukan persetubuhan tersebut, terlapor berkata kepada korban bahwa dirinya akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap korban," ungkap Alexander.

Setelah sadar tengah hamil, korban pun menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Ibu korban melapor ke polisi sehingga pelaku ditangkap.

Polisi telah mengantongi hasil visum dan menyita barang bukti berupa pakaian korban dalam kasus ini. Tersangka kini dijerat Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Pengacara Andriyansyah, Jalintar Simbolon, membantah keterangan polisi. Jalintar menegaskan kliennya tak melakukan persetubuhan yang dituduhkan. Pihak kuasa hukum Andriyansyah kini menempuh praperadilan atas status tersangka kliennya.

"Perlu kami beritahukan bahwa klien kami tidak pernah melakukan persetubuhan dengan gadis belia yang dimaksud," kata Jalintar Simbolon dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (25/4/2018).

Jalintar juga menuding polisi telah melakukan tindakan sewenang-wenang kepada kliennya. "Klien kami adalah orang yang ditangkap secara sewenang-senang tanpa melalui proses penyelidikan dan tidak mempertimbangkan azas praduga tidak bersalah," tuturnya.

Berikut pernyataan lengkap dari Jalintar:

- Perlu kami beritahukan bahwa klien kami tidak pernah melakukan persetubuhan dengan gadis belia seperti yang dimaksudkan. Dan klien kami adalah orang yang ditangkap secara sewenang-wenang tanpa melalui proses penyelidikan dan tidak mempertimbangkan azas praduga tidak bersalah. Klien kami tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kejahatan yang dilakukannya. Bahwa Polres Tangerang Selatan menerima mentah-mentah laporan yang disampaikan oleh seseorang. Dengan tindakan Polres Tangerang Selatan yang sewenang-wenang ini maka setiap laki-laki akan terancam masuk penjara.

- Selain itu, gadis belia yang disebutkan telah hamil adalah wanita yang sudah pernah menikah.
(abw/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed