Teknisi Harley-Davidson Ajari Petugas Rawat Moge Sitaan KPK

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 21 Mar 2018 13:39 WIB
Teknisi dari Harley-Davidson mengajari petugas Rupbasan merawat moge-moge sitaan KPK (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Tangerang - Teknisi Harley-Davidson dipanggil KPK, tapi bukan untuk urusan proses hukum. Para teknisi itu diminta mengajari petugas Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) merawat motor gede (moge) sitaan KPK.

"Karena pihak Rupbasan masih terbatas untuk pengetahuan perawatan Harley. Empat teman Rupbasan yang kita training," ucap Kasubsi Administrasi dan Pemeliharaan Rupbasan Jakarta Barat dan Tangerang, Ambar Sari, di kantornya, Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, Rabu (21/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]



Di Rupbasan itu, ada 4 Harley yang disita dari Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nonaktif Abdul Latif. Ambar mengatakan seluruh biaya servis rutin dan masalah lainnya ditanggung KPK, sedangkan Rupbasan hanya melakukan perawatan, seperti memanaskan mesin motor.

"Sepenuhnya dari KPK. Kita hanya memanaskan dan mengecek motor tersebut," ucap Ambar.

Di tempat yang sama, teknisi Harley, Hari Madya, mengajari petugas Rupbasan cara menghidupkan dan mengisi baterai motor. Menurut Hari, Harley sebaiknya tidak hanya dipanaskan, tetapi juga dikendarai beberapa kilometer.


"Lebih enak dijalanin. Standar 5 sampai 10 km. Itu minimal tiap Minggu," ucap Hari.

"Kalau nggak gerak, semua bagian nggak berfungsi, juga nggak bisa rasakan kondisi motornya," imbuh Hari.

Deretan moge yang disita KPK dari Bupati Latif antara lain 1 unit Harley Davidson Fat Boy, 1 unit Harley Davidson Tri Glide, 1 unit Harley Davidson Street Bob, dan 1 unit Harley Davidson V-Rod. Selain itu, ada 1 unit BMW R nineT, 1 unit Ducati Streetfighter 848, 1 unit trail KTM Germany Saxony, dan 1 unit trail Husaberg TE300. (aik/dhn)