Melayat Saleh Affif
SBY Jelaskan Lagi Soal SMS
Rabu, 29 Jun 2005 14:03 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melayat ke rumah duka mantan Menko Ekuin Saleh Affif. Di rumah duka itu, SBY menyempatkan diri menjelaskan pesan pendek (SMS) yang berisi ajakan antinarkoba yang dikirimnya. Penjelasan SBY bermula saat perancang Popy Darsono mengucapkan terima kasih atas pengiriman SMS SBY. "Terima kasih ya Pak atas SMS kemarin," kata Popy, saat menyalami SBY yang akan meninggalkan rumah duka, Jl. Patra Kuningan VII No.2, Jakarta, Rabu (29/6/2005). Mendapat ucapan itu, SBY langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. SBY kemudian memberikan penjelasan seputar SMS itu di hadapan para pelayat. SMS soal ajakan melawan narkoba itu, katanya, bukan SMS terakhir yang dikirim Presiden. SBY juga membantah pengiriman pesan lewat SMS tidak efektif. "Ke depan saya akan lanjutkan mengirim pesan-pesan kepada seluruh rakyat Indonesia.Fasilitas komunikasi ini murah dan mudah," kata SBY.Bagaimana cara memastikan SMS itu asli dari Presiden? "Untuk menegaskan SMS itu benar dikirim Presiden, maka setiap SMS yang dikirim akan diikuti dengan penjelasan dari Jubir Presiden yang ditunjuk," tandasnya.Selain SBY, Wapres Jusuf Kalla juga melayat ke rumah almarhum Saleh Affif. Sejumlah menteri antara lain Mendagri M Ma'ruf, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu juga terlihat melayat. Tak ketinggalan juga para mantan pejabat seperti Try Soetrisno, Rahardi Ramelan, Moerdiono dan Fuad Bawazier.
(iy/)











































