DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 11:45 WIB

Optimisme Jokowi Melawan Pesimisme Prabowo

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Optimisme Jokowi Melawan Pesimisme Prabowo Foto: Twitter Pramono Anung @pramonoanung
Jakarta -

Pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto bahwa Indonesia bakal jadi negara bubar di tahun 2030 jadi kontroversi. Loyalis Jokowi menganggap Prabowo menebar pesimisme, padahal eks Danjen Kopassus itu mau maju ke pilpres lagi pada 2019.

"Realita politik ada dua kutub, yakni kutub Jokowi dan kubu Prabowo. Terlihat jelas dari realita politik di DPR di pembahasan UU Pemilu dan lain sebagainya, kelihatan sekali perbedaannya. Ya kita menghormati itu bahkan ada check and balances nanti, bahkan rakyat Indonesia yang memilih Pak Prabowo yang pesimis atau Pak Jokowi yang optimis," kata politikus PDIP di ring satu Jokowi, Maruarar Sirait, dalam perbincangan dengan wartawan, Rabu (21/3/2018).


Apa yang disampaikan Prabowo, menurut Maruarar, tak memiliki dasar. Sebab, lembaga di dunia banyak yang mengapresiasi pemerintahan Jokowi.

"Banyak lembaga rating dunia memberikan nilai yang bagus, tingkat risiko kita juga makin rendah. Juga terlihat bagaimana kepercayaan publik ke Jokowi di berbagai survei juga makin menguat," kata Maruarar.


Namun Maruarar memahami manuver politik Prabowo itu. Apalagi pilpres makin dekat, suhu politik pun kian hangat.

"Jadi memang ini sudah menjadi konstelasi politik Indonesia hari ini, bahkan memang kita harus akui konstelasi politik pasca 2014 masih mewarnai sampai hari ini dan itu ditandai dengan dua figur yang memang dari berbagai survei juga selalu nomor satu dan nomor dua," katanya.

"Tentu di sini rakyat Indonesia akan jadi hakim yang adil memilih pesimisme Prabowo atau optimisme Pak Jokowi," pungkasnya.


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed