DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 19:43 WIB

PAN ke PDIP soal Amien Rais: Bapak Reformasi Kok Suruh Minta Maaf

Elza Astari Retaduari - detikNews
PAN ke PDIP soal Amien Rais: Bapak Reformasi Kok Suruh Minta Maaf Taufik Kurniawan minta PDIP tak kebablasan menanggapi tudingan Amien Rais. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - PDIP meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais minta maaf terkait tudingan Presiden Joko Widodo ngibul. PAN mengingatkan PDIP untuk tidak berlebihan.

Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan pemerintah seharusnya bisa ikhlas menerima masukan dari rakyat, termasuk Amien Rais. Apalagi selama ini pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla selalu menyatakan demokratis.

"Pemerintah sudah bolak-balik menyampaikan pemerintah demokratis, bukan diktator. Harusnya legowo menerima kritik dan masukan dari setiap orang, dari rakyat. Tugas pemerintah menyerap aspirasi, seperti DPR," ujar Taufik dalam perbincangan, Selasa (20/3/2018).

Wakil Ketua DPR ini pun lantas membandingkan berbagai kritik tajam yang kerap dilontarkan kepada parlemen atau pihak legislatif. Menurut Taufik, hal serupa juga berlaku untuk pemerintah atau eksekutif.

"DPR dikritik rakyat itu makanan sehari-hari kita. Sekarang sudah tidak zaman lagi antikritik pemerintah. DPR sudah kerja keras saja tetap dianggap salah terus," sebutnya.


"Itu baru satu Amien Rais yang bicara, kalau ada jutaan Amien Rais, nanti pemerintah repot," imbuh Taufik.

Dia juga berharap agar pemerintah dan pihak pendukung Presiden Jokowi tidak langsung reaktif saat mendapat kritik. Menurut Taufik, tak ada urgensi mantan Ketua MPR itu minta maaf terkait tudingannya ke program Jokowi.

"Pemerintah harus punya usus yang besar, bahasa Jawa-nya 'kudu dowo ususe', artinya harus lebih sabar. Tidak reaktif. Minta maaf dalam konteks mana? Kalau ada seperti itu jadi mempertegas bawah pemerintah antikritik. Ini kritik biasa kok dalam demokrasi," tegasnya.

Taufik lalu mengingatkan soal jasa Amien untuk Indonesia. Doktor ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, itu menyebut tak akan ada reformasi bila tak ada Amien Rais.

"Beliau punya andil besar dalam reformasi. Ini bapak reformasi kok diancam, apalagi suruh minta maaf. Apa tidak nanti malah tidak jadinya merugikan Pak Jokowi? Apalagi yang ngomong ini pion-pion saja, bukan petinggi partai," tukas Taufik.


"Nggak akan ada reformasi kalau nggak ada Pak Amien. Nggak akan ada pemilihan langsung kalau nggak ada reformasi. Pak Jokowi juga bisa nggak kepilih secara langsung kalau nggak ada reformasi," imbuhnya.

Taufik meminta politikus-politikus dari partai lain menjaga ucapan. Apalagi, menurutnya, Amien memang sudah biasa melontarkan kritik tajam.

"Tidak masuk akal bapak reformasi kok suruh minta maaf. Orba itu tumbang karena Amien Rais. Jangan kebablasan, jangan jadi pahlawan kesiangan!" ucap Taufik.

Sebelumnya diberitakan, politikus PDIP Eva Sundari mengomentari soal kemarahan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan karena kritik Amien soal bagi-bagi sertifikat Jokowi yang disebutnya ngibul. Eva menyebut lebih baik Luhut melakukan somasi meminta Amien minta maaf atas tudingannya ke Jokowi.

"Tulis somasi, minta Amien Rais menjelaskan dengan data-data dan minta maaf terbuka di hadapan publik jika tidak bisa membuktikan," kata Eva kepada wartawan, Selasa (20/3).
(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed