Krisis Memuncak di Makassar
Antrean BBM Nyaris Bikin Ricuh
Rabu, 29 Jun 2005 13:03 WIB
Makassar - Krisis BBM di Makassar mencapai puncaknya, Rabu (29/6/2005). Antrean kendaraan di semua SPBU membludak hingga jalanan ikut macet. Kericuhan juga nyaris pecah.Di Jl Andi Pettarani, antrean kendaraan sudah mulai tampak sejak pagi buta. Panjang antrean hingga 200 meter. Tak lama kemudian, stok BBM habis. Padahal antrean masih mengular.Kesal tak dapat bagian, banyak pengendara kendaraan yang memarkir armadanya di sekitar pom bensin. Hal ini membuat Jl Andi Pettarani yang berdiri 3 pom bensin, padat merayap."Saya antre sejak pukul 06.00. Eh sekarang sudah habis," keluh Andi Tendro, seorang sopir pete-pete (angkutan umum). Andi tidak kebagian bensin. Dia lalu memarkir pete-petenya di pinggir jalan bersama kendaraan yang lain."Saya jadinya nggak narik, nggak dapat penumpang gara-gara nggak ada bensin," sambungnya kecewa.Nyaris RicuhAntrean panjang juga tampak di SPBU di pertigaan Jl Masjid Raya dan Jl Gunung Bawakaraeng. Banyak di antara pengendara dan warga sekitar yang membawa jerigen. Mereka bergerombol di depan SPBU.Pukul 11.00 Wita nyaris terjadi kericuhan. Warga tidak terima para pengendara motor dapat giliran. Sambil mengacung-acungkan jerigennya, warga minta mereka dilayani lebih dulu.Untunglah tiga polisi yang menjaga SPBU itu segera turun tangan sehingga kericuhan yang lebih besar dapat dihindari. Semua pom bensin di Makassar rata-rata dijaga tiga polisi. Antrean di daerah itu hingga pukul 13.00 Wita masih meluber tidak beraturan.Suasana yang sama juga tampak di SPBU di Jl Perintis Kemerdekaan, jalan utama yang dilalui kendaraan yang hilir mudik ke luar kota. Antrean yang luar biasa panjang menyebabkan kemacetan hingga setengah km.Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jl Pengayoman dan Jl Sultan Hasanuddin. Di Makassar, pom bensin untuk umum berjumlah 20-an.
(nrl/)











































