AS Diam-diam Tahan Tersangka Teroris di Atas Kapal Perang
Rabu, 29 Jun 2005 12:58 WIB
Jakarta - Amerika Serikat diduga menahan diam-diam para tersangka teroris di berbagai lokasi di dunia, khususnya di atas kapal-kapal perang. Dugaan serius ini akan diselidiki oleh PBB.Demikian disampaikan seorang pejabat khusus PBB mengenai terorisme, Manfred Nowak, seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (29/6/2005).Meski tudingan itu masih sebatas rumor, namun menurut Nowak, situasi itu cukup serius sehingga perlu dilakukan penyelidikan resmi."Ada tuduhan yang sangat, sangat serius bahwa Amerika Serikat memiliki kamp-kamp rahasia, khususnya di atas kapal-kapal," tukas pejabat PBB itu. Diimbuhkannya, kapal tempur tersebut diyakini berada di wilayah Samudra Hindia.Pekan lalu, Nowak dan tiga pakar HAM PBB mengatakan, mereka sedang melakukan penyelidikan terhadap kamp penjara AS di Teluk Guantanamo, Kuba. Di kamp itu, AS menahan lebih dari 500 tersangka teroris. Berbagai kasus pelecehan dan penyiksaan oleh pasukan AS terhadap tahanan di penjara itu marak diberitakan.Organisasi Amnesty International menyatakan, sekitar 520 orang yang dicurigai terkait terorisme saat ini ditahan di Guantanamo tanpa diadili. Tahanan terorisme lainnya ditempatkan di kamp-kamp yang lokasinya dirahasiakan pemerintah AS."Jika investigasi di Guantanamo mengiring kita ke hal-hal lainnya, kami akan mengejarnya. Kami akan membawa semua masalah ini ke pemerintah AS dan berharap Washington akan mengatakan secara resmi di mana kamp-kamp itu," tutur Nowak.
(ita/)











































