Teror Terus Hantui Penghitungan Suara Pilkada Depok

Teror Terus Hantui Penghitungan Suara Pilkada Depok

- detikNews
Rabu, 29 Jun 2005 11:44 WIB
Jakarta - Teror dan intimidasi terus mewarnai Pilkada Depok. Penghitungan suara di tiga kecamatan di Depok tersendat akibat ulah orang-orang jahil ini.Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiga kecamatan mengaku menerima teror dan intimidasi dari orang tak dikenal. Ketiga kecematan itu yakni, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Cimanggis dan Kecematan Sukmajaya.Ulah orang tak bertanggung jawab ini ini diungkapkan Ketua KPUD Depok Zulfadli di Sekretariat KPUD, Jl. Raya Sawangan, Depok, Rabu (29/6/2005) pukul 10.35 WIB."Bentuk ancamannya saya tidak tahu. Yang jelas teman saya di kecamatan merasa terancam dan terintimidasi," kata Zulfadli.Menurut dia, baru tiga kecamatan yang telah selesai melakukan penghitungan suara yakni Kecamatan Beji, Kecamatan Limo dan Kecamatan Sawangan. Meski dihujani teror, Zulfadli menegaskan penghitungan suara terus dilanjutkan sesuai tahapan. "Saya mohon jangan dihambat karena itu melanggar hukum," imbau dia.Menanggapi maraknya aksi demo, Zulfadli merasa tidak keberatan. "Tetapi, kalau ada temuan pelanggaran dan kecurangan hendaknya disertai bukti yang kuat dan diserahkan ke pihak yang berwenang yaitu, Panitia Pengawas Daerah (Panwasda) bukan KPUD," papar dia.Berbeda dengan Selasa (28/6/2005), KPUD Depok tampak sepi dari aksi unjuk rasa. Namun demikian, sekitar 20 personel dari Polres Depok tampak berjaga-jaga. Menurut Desk Pilkada Depok yang ditampilkan di situs milik Pemkot Depok, Nur Mahmudi Ismail, jago PKS, keluar sebagai juara pertama mempecundangi Badrul Kamal, Walikota Depok sebelumnya. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads