Tolak Perpres Tanah
Petani Serbu Istana Merdeka
Rabu, 29 Jun 2005 11:00 WIB
Jakarta - Penolakan Peraturan Presiden (Perpres) 36/2005 makin meluas. Sekitar 5.000 petani menyerbu Istana Merdeka untuk meminta Presiden SBY membatalkan Perpres tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum itu.Massa melakukan long march dari Masjid Istiqlal menuju Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Mereka tiba pukul 10.25 WIB, Rabu (29/6/2005).Aksi ini diikuti petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Petani Ciamis, Serikat Petani Pasundan, Forum Pemuda Mahasiswa Pelajar Garut, Front Aksi Mahasiswa UI, dan sejumlah LSM seperti Walhi.Dua keranda mayat tampak diusung massa. Keranda yang dibalut kain batik warna coklat ini ditempeli poster yang bertuliskan "Turut berduka cita atas meninggalnya hukum di Indonesia".Pada barisan kedua, sepuluh petani tampak memanggul hasil ladangnya, seperti padi, kol, singkong, sawi dan pisang.Spanduk besar berukuran sekitar 3x6 meter pun digelar. Antara lain bertuliskan "Perpres 36/2005 mengancam kehidupan", "Waduk=rakyat tenggelam", "Cagar alam=masyarakat adat digusur", "TPST=tempat pembuangan sampah terakhir" dan "Hutan=digundulin untuk jalan".Spanduk lainnya bertuliskan "Land reform atau busung lapar", "Land reform atau SBY mundur", "SBY/JK hidup ini sudah susah gitu lho" dan "Batalin saja Perpres 36/2005".Lazimnya aksi, massa juga menggelar orasi. "Kami menolak Perpres 36/2005. Laksanakan land reform sekarang juga," teriak salah seorang orator.Akibat membludaknya massa, lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Utara macet. Puluhan polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya tampak menjaga jalannya aksi.
(aan/)











































