Arkeolog Aceh sekaligus ketua tim ekskavasi penelitian situs Lamuri dari Aceh, Husaini Ibrahim, mengatakan, tim peneliti dari Malaysia dan Aceh melakukan penelitian selama beberapa hari yaitu mulai Sabtu 3 Maret hingga Kamis 15 Meret lalu. Dari hasil penggalian tersebut ditemukan pecahan kecil keramik dan tembikar.
"Dari hasil analisis, artefak tersebut telah berumur lebih kurang 700 tahun," kata Husaini, Senin (19/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil analisis diketahui keramik ini diproduksi dari Vietnam pada abad ke-14 dan 15 Masehi. Keramik Vietnam, keramik China yang diproduksi pada masa Dinasti Song Selatan dan Yuan abad ke-13 Masehi juga dijumpai ketika penggalian. Selain itu juga ada tembikar dari Asia Selatan yang diduga berasal dari periode yang sama," jelas Husaini.
Ekskavasi yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan karena dilakukan sesuai standar internasional. Dengan adanya temuan artefak tersebut, dapat menguatkan pernyataan jika Lamreh adalah betul pusat kerajaan Lamuri.
"Pernyataan ini juga dipertegas oleh temuan ratusan batu nisan di situs ini yang diperkirakan milik raja-raja Lamuri," ungkap Husaini. (asp/asp)