DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 14:05 WIB

Surabaya Black Hat Retas Situs untuk Uji Kemampuan

Yulida Medistiara - detikNews
Surabaya Black Hat Retas Situs untuk Uji Kemampuan Katon, pendiri Surabaya Black Hat. (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap kasus peretasan situs yang dilakukan kelompok Surabaya Black Hat. Kelompok ini meretas situs untuk menguji kemampuan.

"Ada beberapa karakteristik, di antaranya adalah memang mereka iseng untuk menguji kemampuan, 'Saya bisa nggak masuk ke situs tertentu,'" kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).


Selain itu, ada hacker yang meretas situs karena motif ekonomi. Hacker dengan motif ekonomi itu biasanya melakukan pengancaman untuk mendapatkan keuntungan.

"Tapi ada juga memang yang punya motivasi ekonomi. Jadi mereka masuk melakukan black mail pengancaman, pemerasan untuk mendapatkan ekonomi," ujarnya.

Selain soal penegakan hukum, lanjut Setyo, para hacker ini perlu diedukasi. Karena, meski iseng, tindakan mereka juga punya konsekuensi hukum.

"Kita lihat kalau secara hukum memenuhi unsur, kita juga lihat apakah keisengan mereka ini buat berdampak luas apa tidak, banyak ini ada yang mempunyai keahlian mereka mampu memasuki pengamanan ini, tapi hanya saya ingin mencoba membobol ini atau tidak. Kalau sudah dia sangat bangga. Ini perlu diedukasi lagi bahwasanya ini melanggar hukum," ujar Setyo.


Setyo menyebut polisi memiliki satuan divisi IT yang memantau perkembangan teknologi kejahatan berbasis IT.

"Kita ada sub-satker, ada Ditsiber, Multimedia kemudian Ditamsus, kita punya satker divisi TI, kita selalu meng-update perkembangan teknologi yang makin hari makin bagus. Para hacker ini maju satu langkah lebih maju sehingga dia bisa membobol pertahanan keamanan di masing-masing web atau akun, sehingga kita juga mengantisipasi mengikuti perkembangan teknologi," ujar Setyo.

Sebelumnya, tiga dari enam pelaku kelompok Surabaya Black Hat ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/3) kemarin. Mereka telah meretas ribuan sistem, website, ataupun data perusahaan dan instansi pemerintah. Kelompok tersebut meretas situs demi motif ekonomi.

Tidak hanya di Indonesia, mereka juga meretas sistem pemerintahan di luar negeri. Ada 42 negara yang diretas oleh komunitas Surabaya Black Hat ini.
(yld/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed