Jokowi Kenalan dengan Tetua Suku Selandia Baru Lewat Adu Hidung

Ray Jordan - detikNews
Senin, 19 Mar 2018 12:44 WIB
Saat Jokowi dan tetua suku Selandia Baru melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung.(Laily Rachev-Biro Pers Setpres)
Jakarta - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Selandia Baru, disambut hangat pemerintah Selandia Baru. Jokowi disambut dengan upacara kenegaraan dan diperkenalkan dengan tetua suku Selandia Baru.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, penyambutan Presiden Jokowi diadakan di Government House, Wellington, Senin (19/3). Ditemani Ibu Negara Iriana, Jokowi tiba di Government House pukul 10.30 waktu setempat atau pukul 04.30 WIB dan diterima oleh Sekretaris Resmi Gubernur Jenderal Selandia Baru, Gregory Baughen.

"Rombongan Presiden Jokowi terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya," kata Bey dalam keterangan tertulis yang didapat detikcom, Senin (19/3/2018).

Saat tiba, Jokowi diperkenalkan dengan kaumātua, Piri Sciascia. "Kaumātua merupakan sebutan bagi tetua suku Maori yang merupakan penduduk asli Selandia Baru dan berperan dalam melestarikan tradisi serta pengetahuan bagi generasi suku Maori berikutnya," katanya.

[Gambas:Video 20detik]


Perkenalan tersebut dilakukan dengan melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung dan kening. Setelahnya, prosesi penyambutan Maori untuk kedatangan Presiden Joko Widodo dilakukan.

"Selepas acara penyambutan dan foto bersama yang dilakukan setelahnya, Kepala Negara mengadakan pertemuan selama kurang lebih setengah jam dengan Gubernur Jenderal Selandia Baru, Patsy Reddy," kata Bey.

Selanjutnya, rangkaian acara berlanjut pada upacara peletakan karangan bunga di Pukeahu War Memorial. "Di sana Presiden dan Ibu Negara memberikan penghormatan kepada para pejuang setempat," kata Bey. (jor/imk)