DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 11:49 WIB

Alasan Novanto Minta 2 Politikus Golkar Jadi Saksi Meringankan

Haris Fadhil - detikNews
Alasan Novanto Minta 2 Politikus Golkar Jadi Saksi Meringankan Suasana persidangan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Dua politikus Golkar, Freddy Latumahina dan Melki Laka Lena, diajukan Setya Novanto sebagai saksi a de charge atau meringankan untuknya. Novanto menyebut keduanya sudah lama mengenalnya dan dianggap bisa memberi keterangan untuk meringankan hukumannya.

"Saya terima kasih karena Pak Freddy mengikuti dari zamannya Harmoko (mantan Ketua Umum Golkar), zamannya semua dari awal sampai terakhir. Saya rasa (Freddy) bisa memberikan informasi mengenai ke-Golkar-an, mungkin ada informasi mengenai waktu kepemimpinan saya," ucap Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018).


Freddy saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Golkar. Kemudian, saksi meringankan lainnya, Melki (Ketua DPD I Golkar NTT), dianggap Novanto tahu akan kondisinya karena telah lama kenal.

"Pak Melki kan sudah lama ikut dengan saya sudah lama. Mungkin sudah mengetahui apa-apa yang mengenai background mengenai ke-Golkar-an. Paling sering Pak Melki bukan hanya di kantor tapi juga sering ke rumah mungkin tahu situasi sejujurnya situasi terhadap diri saya," ucap Novanto.


Selain 2 politikus itu, Novanto juga menghadirkan 2 orang lainnya untuk bersaksi untuknya yaitu Dian Puji Simatupang sebagai ahli hukum keuangan serta seorang lagi dari DPR yaitu Kadir Johnson Rajagukguk sebagai Kepala Badan Keahlian DPR.

"Mereka nggak tahu soal masalah e-KTP. Kalau masalah e-KTP sudah dibahas ahli-ahli meringankan. Jadi ini dibahas mengenai figur kedewanan. Ada juga Pak Johnson selaku badan keahlian," ujar Novanto.

Dalam perkara ini, Novanto didakwa menerima total uang USD 7,3 juta terkait korupsi proyek e-KTP. Duit itu diterima Novanto melalui tangan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung dan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

[Gambas:Video 20detik]




(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed