DetikNews
Minggu 18 Maret 2018, 20:26 WIB

Harapan Keluarga Korban Tewas Tertimpa Besi Rusun Pasar Rumput

Yulida Medistiara - detikNews
Harapan Keluarga Korban Tewas Tertimpa Besi Rusun Pasar Rumput Foto: Martono, kakak Tarminah. Tarminah merupakan korban tewas akibat tertimpa besi proyek Rusun Pasar Rumput (Yulida/detikcom)
Jakarta - Kepala Proyek Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi Pasar Rumput I Made Ari dari PT Waskita meminta maaf atas jatuhnya besi proyek yang mengakibatkan Tarminah (54) meninggal dunia. Pihak keluarga korban berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

[Gambas:Video 20detik]


"Berharap yang terbaik. Perusahaan bilang sudah membuat pagar pengaman dan jaring, cuma ya mungkin lebih ditingkatkan lagi saja untuk keselamatan proyeknya," kata kakak korban, Martono (55), di rumah duka, Jl Tambak II, Komplek Polri, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Minggu (18/3/2018).


Martono mengatakan, setelah kejadian, dirinya belum sempat menyambangi lokasi karena langsung mengurus rumah sakit dan pemakaman. Martono menilai pihak Waskita beritikad baik karena telah meminta maaf dan mau bertanggung jawab.

"Harapannya proyek lebih safety jadi jangan sampai ada korban lagi. Walaupun misalnya korban ada dapat uang duka, tapi kan buang-buang duit proyek," kata Martono.

"Itikad baiknya ada. Kita sih terima saja ya. Namanya itu kan kita juga nggak mau. Tapi dia mau bertanggung jawab," sambungnya.
Harapan Keluarga Korban Tewas Tertimpa Besi Rusun Pasar RumputFoto: Rostini adik dari Tarminah korban tewas akibat tertimpa besi proyek Rusun Pasar Rumput (Yulida/detikcom)



Sementara itu adik korban, Rostini, mengatakan awalnya korban Tarminah ingin membeli sayur asem ke Pasar Rumput. Sayur itu rencananya untuk dimakan bersama teman-teman dan tetangganya.

"Nggak ada firasat. Semalam habis pada makan bikin mi goreng. Semalem ada rencana hari ini mau makan sayur asem, belanja lah sayur asem untuk makan bareng temen-temen," kata Rostini.


Ia mengatakan suami korban bernama Dedi juga telah meninggal lebih awal. Dedi merupakan purnawirawan Polri yang bertugas di Polda Metro Jaya. Dedi telah meninggal sekitar 10 tahun lalu.

"Dulu seorang AKBP di Polda. Sudah lebih dari 10 tahun meninggal," ujar Rostini.

Sementara itu Tarminah meninggalkan dua anak laki-laki yang telah berkeluarga. Tarminah merupakan seorang ibu rumah tangga.

Peristiwa itu terjadi pagi tadi pukul 10.00 WIB. Untuk penanganan, Mimin dilarikan ke RSCM Jakarta. Saksi mata di lokasi bernama Edi Mawardi mengatakan, saat kejadian Bu Mimin sedang belanja sayur bersama tetangganya Rodiyah.
(yld/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed