Eki Syachrudin, Dubes with a Oneness-Heart

Eki Syachrudin, Dubes with a Oneness-Heart

- detikNews
Rabu, 29 Jun 2005 20:10 WIB
Jakarta - Eki Syachrudin telah meninggalkan kita. Aktivis mahasiswa, jurnalis, politisi, dan diplomat ini telah dipanggil Tuhan dalam usianya yang ke-66 tahun.Eki lahir di Pandeglang, Jawa Barat, 30 Desember 1939. Setelah lulus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ia sempat menjadi Kepala Humas Taman Ismail Marzuki (TIM). Mantan Ketua HMI Cabang Jakarta ini lumayan lama menggeluti jurnalistik. Ia pernah tercatat sebagai wartawan Indonesia Times dan jadi reporter Radio Australia. Setelah itu Eki terjun ke dunia politik. Ia adalah pendiri Golkar pada tahun 1967 bersama Dr Amino, Umar Wirahadikusuma, dan Ginting. Saat itu ia di Front Nasional, mewakili Sekretariat Bersama Golongan Karya. Di Golkar, ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pemenangan Pemilu, dan terakhir sebagai Wakil Sekjen.Di parlemen Eki dikenal sebagai anggota DPR yang vokal. Dan selama mengeluti dunia politik Eki masih pula merambah media televis sebagai presenter acara dialog. Bidang selanjutnya yang digeluti Eki adalah dunia diplomasi. Ia memegang jabatan Duta Besar RI untuk Kanada di Ottawa selama hampir tiga tahun. Tak beda dengan kebiasaanya yang vokal sebagai anggota DPR, di Kanada dia pun banyak bersuara. Tapi Eki melakukannya dengan mendatangi banyak tempat dan mengunjungi berbagai kalangan. Sebaliknya, bermacam golongan orang juga diundang ke kedutaan besar.Meski tanpa latar belakang pemahaman tentang politik luar negeri, puluhan tahun jam terbangnya sebagai politikus dan dunia jurnalistik memberinya kemudahan menekuni dunia diplomasi. Terbukti akhir April 2004 dia memperoleh penghargaan Lifting Up the World with a Oneness-Heart. Penghargaan itu diberikan lantaran Eki selalu aktif dalam kegiatan sosial dan diplomatik di Kanada. Dia dinilai sebagai teladan positip dalam memperjuangkan persahabatan dan kerjasama antarbangsa dan antaragama. Penghargaan serupa pernah diterima mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Paus Yohannes Paulus II, Bunda Teresa, Putri Diana, mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, mantan juara dunia tinju Muhammad Ali dan lain-lain. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads