DetikNews
Minggu 18 Maret 2018, 11:18 WIB

Aceh Belum Ada Bioskop, Walkot Akan Studi Banding ke Arab Saudi

Agus Setyadi - detikNews
Aceh Belum Ada Bioskop, Walkot Akan Studi Banding ke Arab Saudi Perempuan Arab Saudi nonton bioskop di negaranya setelah 30 tahun dilarang (getty images)
Aceh - Setelah ditutup pada masa konflik, Aceh hingga kini belum memiliki bioskop. Di sisi lain, Arab Saudi telah mengizinkan operasional bioskop setelah 30-tahunan dilarang. Alhasil, Pemkot Banda Aceh serta ulama Acehh akan menggelar studi banding ke Arab Saudi.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, mengatakan, Pemkot Banda Aceh beberapa waktu lalu telah membahas terkait bioskop dengan para ulama dan pihak terkait lainnya. Dalam pembahasan tersebut, muncul kesimpulan bahwa terkait perizinan bioskop akan dilakukan studi banding terlebih dulu ke negara-negara Islam.

"Kesimpulannya kami sepakat untuk melakukan studi banding bersama ulama kita ke Arab Saudi atau negara Islam lainnya untuk mempelajari bagaimana pengaturan soal konser musik dan bioskop di sana," kata Aminullah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (18/3/2018).

Selain bioskop, Pemkot Banda Aceh juga akan mempelajari izin penyelenggaraan konser pada malam hari ke negara-negara seperti Arab Saudi. Selama ini, izin konser baru dikeluarkan setelah mendapat rekomendasi dari dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan pihak keamanan.

"Sebagai perbandingan, baru-baru ini saya membaca berita di Arab Saudi baru digelar festival jazz. Nah, dari hasil studi banding nanti baru kita putuskan bersama ulama, dan kita akan sesuaikan dengan penerapan Syariat Islam dan adat istiadat serta budaya kita di sini," ungkapnya.

Soal bioskop dan izin konser ini mencuat dalam program Wali Kota Menjawab, pada Jumat (16/3) lalu. Lewat sambungan telepon, warga bertanya soal boleh tidaknya pergelaran konser musik terutama pada malam hari. Sementara warga lainnya menanyakan soal bioskop yang sudah lama tidak dibuka di Banda Aceh.

Menurut Aminullah, pihaknya mempunyai komitmen untuk menjadikan Banda Aceh sebagai barometer pembangunan di Aceh dalam segala bidang termasuk agama. Untuk itu, peran ulama sangat dibutuhkan dalam penegakan Syariat Islam.

"Dan salah satu misi konkret dan sudah mulai berjalan adalah mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir. Upaya ke arah tersebut sudah kita mulai dari tempat ini dengan membentuk Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang. Lokasi zikir yang representatif dan bertaraf internasional juga tengah kita perjuangkan di Banda Aceh," ungkap wali kota.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Zainal Arifin, mengungkapkan, Pemkot Banda Aceh sangat komit dalam penegakan Syariat Islam.

"Tidak ada tawar-menawar soal Syariat Islam. Penegakannya tidak akan kita kendurkan sedikitpun. Kami juga selalu menggandeng para ulama dalam membangun kota ini," jelasnya.

"Soal bioskop, konser musik, dan hal-hal lainnya kami akan selalu bersandar pada keputusan ulama. Termasuk soal rencana pendirian Rumah Sakit Siloam. Insya Allah Pemkot Banda Aceh tidak akan memberi izin jika tidak mudaratnya lebih besar dari pada manfaatnya bagi masyarakat," kata Zainal.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed