DetikNews
Minggu 18 Maret 2018, 05:30 WIB

Masih 'Kebal', Dosis Bius Tembak untuk Bonita Ditambah

Ray Jordan - detikNews
Masih Kebal, Dosis Bius Tembak untuk Bonita Ditambah Tim terpadu pemburu Bonita (Foto: ist.)
Pekanbaru - Harimau Bonita masih berkeliaran di tengah kawasan kebun sawit yang tak jauh dengan pemukiman warga di Indragiri Hilir (Inhil), Riau meski sudah beberapa kali ditembak bius. Tingkat dosis bius yang akan ditembakkan ke Bonita pun ditambah.

[Gambas:Video 20detik]


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan upaya penangkapan harimau betina yang telah memangsa dua penduduk tersebut. Terakhir, Siti mendapat laporan Bonita kembali ditembak bius pada Sabtu (17/3) pukul 02.00 WIB.

"Saya dilaporkan Dirjen bahwa pada Sabtu (17/3) pukul 02.00 WIB, Bonita sudah ditembak bius sesuai protap," kata Siti kepada detikcom, Sabtu (17/3/2018).

Siti mengatakan, dirinya belum mendapat informasi lanjutan mengenai Bonita usai ditembak tersebut. "Komunikasi dengan tim lapangan agak sulit, mungkin karena kesulitan sinyal. Saya terus menerus ikuti perkembangannya," kata lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Siti juga menjelaskan, upaya penangkapan terus dilakukan oleh tim terpadu, yang merupoakan gabungan baik dari BBKSDA Riau, Polres Inhil, dan Kodim Inhil. Personel tim juga ditambah aktivis lingkungan dari WWF Indonesia di Riau, Yayasan Asari, PKHS, Veswick. Termasuk juga pihak perusahaan kebun sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP), perusahaan hutan tanaman industri PT Arara Abadi dan masyarakat.

Untuk mengoptimalkan penangkapan Bonita agar bisa ditempatkan di kawasan yang lebih layak, tim melakukan penambahan efektivitas operasi. Di antaranya penambahan dosis bius yang akan ditembakkan dan optimalisasi perangkap untuk Bonita.

"Selama ini kita melakukan langkah patroli menjaga dan dalam hal ini perlu untuk menambah efektivitas operasi. Langkah-langkah prosedural secara umum ialah penembakan obat bius, juga dilakukan penambahan obat bius. Juga optimalisasi penggunaan boxtrap dan perangkap lain yang terkendali," kata Siti.

(jor/ibh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed