DetikNews
Sabtu 17 Maret 2018, 08:37 WIB

Batal Sumpah Mubahalah Fahri Hamzah

Rina Atriana - detikNews
Batal Sumpah Mubahalah Fahri Hamzah Fahri Hamzah (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Fahri Hamzah batal menggelar sumpah mubahalah dengan kader muda PKS, Pipin Sopian. Sumpah mubahalah gagal digelar karena Fahri Hamzah tidak hadir.

Mubahalah merupakan saling sumpah melaknat antara pihak yang disaksikan sejumlah saksi terhadap sebuah kebenaran yang diyakini masing-masing pihak. Sumpah tersebut harus dihadiri kedua pihak, jika tidak maka batal.

Pipin menilai Fahri tidak bicara jujur soal pemberhentiannya dari PKS. Fahri dianggap menyebarkan berita tidak benar tentang PKS dan pimpinan PKS.

"Saya lakukan ini setelah saya melihat sepak terjang saudara Fahri yang menuntut Pimpinan PKS ganti rugi Rp 500 miliar, menebarkan berita yang tidak benar tentang PKS dan pimpinan PKS, dan mengadukan pidana Presiden PKS ke kepolisian dengan pencemaran nama baik karena sudah mengatakan bohong dan membangkang," kata Pipin.


Sedianya sumpah mubahalah itu digelar hari ini. Namun Fahri tidak datang dan bahkan tidak memberi respon.

"Saya tidak tahu di beberapa media apakah merespon atau tidak sepertinya tidak merespon," kata Pipin, di Masjid Al-Hikmah, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).

Menurut Pipin, Fahri telah melewati batas dan merusak nama baik PKS. Sebelum menantang mubahalah, ia mengaku telah melakukan pengecekan bukti-bukti terkait pemecatan Fahri.

Ia menyebut sebelumnya Majelis Syuro PKS telah mengadakan pertemuan dengan Fahri tentang penarikannya dari Pimpinan DPR sebelum dia dipecat. Menurutnya saat itu Fahri sepakat akan mundur daru Pimpinan DPR asalkan tetap di PKS. Akan tetapi Pipin menilai Fahri mengingkari perkataanya sendiri.


Ia menyatakan akan menunggu Fahri siap hingga kapan pun melaksanakan tantangan mubahalah. Bahkan ia menyebut siap melaksanakan sumpah tersebut di depan ka'bah.

"Saya siap melakukan mubahalah dengan saudara terkait dengan pernyataan saudara tersebut di mana pun dan kapan pun. Bahkan jika harus melakukannya di depan Ka'bah sampai saudara minta maaf, " ujarnya.

Dia berharap agar Fahri mendapatkan hidayah untuk meminta maaf. Pipin juga berharap Fahri menghentikan tindakannya dan mengakui kesalahannya.
(rna/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed