DetikNews
Jumat 16 Maret 2018, 15:36 WIB

Bila Beredar, Sabu 51 Kg di Ancol Bisa Dikonsumsi 250 Ribu Orang

Haris Fadhil - detikNews
Bila Beredar, Sabu 51 Kg di Ancol Bisa Dikonsumsi 250 Ribu Orang Konperensi pers BNN soal pengungkapan sabu dalam 2 koper di Ancol (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Sindikat narkoba internasional dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN). Ada 51 kg sabu yang disita dari 2 koper.

Peristiwa penyergapan itu dilakukan pada Kamis, 15 Maret 2018 pukul 20.30 WIB di Jalan Lodan Raya, Pintu Air Ancol, Jakarta Utara. Ada 3 orang yang diamankan, tetapi seorang di antaranya mengaku sebagai sopir taksi online dan tidak tahu tentang sabu tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyebut total sabu yang disita 51,4 kg. Sabu itu dikemas dalam bungkus teh kemudian dimasukkan ke dalam 2 koper.


"Setelah diketahui mobil untuk membawa. Saat dilakukan pemeriksaan kendaraan pengangkut ditemukan 2 koper berisi narkotik jenis sabu yang jumlahnya jika ditotal secara keseluruhan kurang lebih 51,4 kg. Ada 3 orang yang ditangkap," kata Arman saat konferensi pers di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (16/3/2018).

Arman menyebut 2 dari 3 orang yang diamankan yaitu bernama Sadikin dan Huang. Keduanya dicurigai BNN sebagai pelaku.

Sadikin disebut memiliki KTP tetapi BNN curiga pria itu bukanlah warga negara Indonesia. Sedangkan, Huang disebut sebagai warga negara Taiwan dan ditembak saat penyergapan karena melawan.

"Sadikin warga negara Indonesia. Ini belum terklarifikasi karena kecurigaan kami yang bersangkutan bukan WNI tapi punya KTP Indonesia. Nanti dilakukan cross check," ujar Arman.


"Kedua, Huang ini warga negara Taiwan. Ini yang ditugaskan untuk menerima, menyimpan dan sekaligus nanti untuk mendistribusikan narkoba sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan pasar yang akan didistribusikan," sambung Arman.

Arman menyebut Huang ditembak karena melawan ketika dibawa dari lokasi penyergapan di Ancol menuju ke Apartemen Taman Anggrek untuk upaya penggeledahan lebih lanjut. Huang kemudian tewas di rumah sakit.

"Hasil penggeledahan yang kita lakukan di tempat ini. Kita menemukan barang bukti lain bukan narkotika, tapi ini memberi gambaran pada kita sesuai hasil penyelidikan kita selama ini bahwa sindikat ini sudah berkali-kali melakukan aktivitas seperti," ujar Arman.

Baca Juga: Indonesia dan Segitiga Emas Narkoba

Di tempat yang sama, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menyebut sabu yang didapatkan itu masuk ke Indonesia dari Surabaya. Heru menyebut--apabila tidak diungkap BNN, sabu seberat 51,4 kg itu bisa dikonsumsi 250 ribu orang.

"Masuk lewat Surabaya. Diberitahu impor mesin tapi kita bisa tangkap. Kalau 51,4 kg ini nggak ditangkap ini dikonsumsi 250 ribu orang," ucap Heru.



(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed