Pertemuan Amien-SBY Bahas Kelanjutan Reformasi
Selasa, 28 Jun 2005 16:36 WIB
Jakarta - Mantan calon presiden dipanggil presiden. Apa yang dibicarakan? Ternyata, tak jauh-jauh dari agenda nasional yang selama ini tengah berlangsung. Inilah pengakuan mantan calon presiden Amien Rais yang juga mantan Ketua Umum PAN. itu Usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Amien Rais mengaku diajak bicara 3 hal dengan SBY.Pertama mengenai kelanjutan reformasi. "Saya sampaikan upaya-upaya yang mementahkan upaya reformasi harus diantisipasi secara akurat dan proporsional. Seperti ada upaya penghapusan amandemen UUD 1945 yang dinilai tidak membawa hasil. Kita sepakat bangsa ini tidak boleh memutar jarum jam ke belakang. Reformasi harus tetap berjalan," kata Amien Rais kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2005).Selain masalah kelanjutan reformasi, lanjut Amien, pembicaraan kedua masalah korupsi. "Saya tadi memuji langkah yang ditempuh pemerintah sudah benar, sudah pada tahap point of no return. Memang hasilnya belum terlihat signifikan. Tetapi dari efek psikologi, di kalangan pejabat, birokrat dan anak-anak bangsa akan berpikir 3-4 kali bila berniat korupsi," ujar Amien.Masalah ketiga yang dibicarakan dengan presiden, kata Amien, adalah masalah peningkatan kemampuan politik luar negeri dan imej yang lebih bagus. "Terus terang kita perlu lebih dalam mengelola politik dan imej internasional untuk menghapus keragu-raguan pihak luar negeri. Dengan demikian, vendor kembali lagi memulihkan ekonomi yang sedang kedodoran," ujar Mantan Ketua MPR ini.Ketika ditanya soal pertemuan di rumah Try Soetrisno dan Wiranto beberapa hari lalu, Amien berpendapat dalam suasana demokrasi hal-hal demikian tidak boleh diduga sebagai sesuatu yang negatif atau gerakan oposisi. Namun, Amien tidak menjelaskan lebih jauh sikapnya atas pertemuan antar tokoh politik tersebut.
(jon/)











































