Meski Tak Menghamili, Pimpinan Ponpes Siap Menikahi Munafiah

Meski Tak Menghamili, Pimpinan Ponpes Siap Menikahi Munafiah

- detikNews
Selasa, 28 Jun 2005 16:21 WIB
Semarang - Geger di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum, Genuk, Semarang mulai mereda. Massa tidak lagi mendemo ponpes itu karena pimpinan ponpes KH Masykuri sudah menandatangani kesediaan menikahi Munafiah. Padahal Masykuri bukan yang menghamili Munafiah. Ini karena desakan massa. Aksi massa itu berhasil. Massa berhasil membuat KH Masykuri tunduk, tidak berdaya. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kelurahan Tenggaron Lor, Kecamatan Genuk, Senin (27/6/2005) malam, Masykuri menandatangani persetujuan untuk menikahi Munafiah. Pertemuan ini difasilitasi Polsek Genuk. Sebelum pertemuan ini, Polsek Genuk mengamankan Masykuri dari emosi massa. Pertemuan ini digelar untuk mengembalikan suasana kondusif di desa tersebut. Pertemuan dihadiri antara lain oleh KH Dimyati (ulama setempat), Camat Genuk, Lurah Tenggaron Lor, tokoh agama setempat, keluarga Munafiah dan juga disaksikan seribuan warga yang sebelumnya mendemo ponpes. Menurut Kanit Reskrim Polsek Genuk Iptu Joko Watoro saat ditemui detikcom di Mapolsek Genuk, Jl. Raya Genuk, Semarang, Selasa (28/6/2005), pihaknya mempertemukan KH Masykuri dengan keluarga Munafiah dan warga setempat untuk menuntaskan kasus pendudukan massa. Sebab, jika tidak, maka massa akan merusak ponpes tersebut. "Dalam pertemuan itu, Kiai Masykuri bersedia menikahi Munafiah. Insya Allah pernikahan digelar setelah masa nifas Munafiah sudah selesai," kata Joko. Menurut Joko, dalam kesepakatan itu, selain bersedia menikahi Munafiah, Masykuri juga bersedia menanggung biaya kelahiran, memberikan nafkah lahir batin, dan merawat anak yang dilahirkan Munafiah. Seusai Masykuri menandatangani kesepakatan itu, warga pun membubarkan diri. Agak aneh juga Masykuri bersedia menikahi Munafiah, tapi tidak mengaku menghamilinya. Salah seorang warga mengaku, Masykuri mengambil sikap tersebut karena terdesak warga yang emosi. Sementara itu, Joko membenarkan bahwa keluarga Munafiah pernah melaporkan kasus penghamilan ini kepada Polsek Genuk. Munafiah menyebut yang menghamili dirinya adalah tukang ojek bernama Slamet. "Tapi setelah dicek, Slamet mana yang dimaksud tidaklah jelas," ujar dia. Karena itulah, polisi tidak bisa memprosesnya. Polsek juga tidak memeriksa satu pun dari para pendemo. Sebab bila hal itu dilakukan, situasi di desa tersebut bisa-bisa semakin tidak kondusif. Munafiah sudah melahirkan pada Jumat (24/6/2005) lalu. Selama ini Munafiah selalu menyembunyikan kehamilannya. Bahkan, keluarganya pun tidak tahu bahwa Munafiah hamil. Mereka tahu setelah Munafiah melahirkan bayinya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini