DetikNews
Kamis 15 Maret 2018, 18:30 WIB

Cara Pemerintah Cegah Gizi Buruk dan Campak Terulang di Asmat

Danang Sugianto - detikNews
Cara Pemerintah Cegah Gizi Buruk dan Campak Terulang di Asmat Foto: Potret Terkini Aktivitas Warga Asmat. (Danang Sugianto/detikFinance)
Asmat - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua telah dicabut 5 Februari lalu. Pemerintah pusat kini menaruh perhatian besar agar kondisi itu tak terjadi lagi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, beberapa kementerian mendapatkan tugas untuk memperhatikan kondisi di Kabupaten Asmat. Tugas kementeriannya dari Presiden Joko Widodo salah satunya untuk memastikan ketersediaan air bersih.

"Kami dari Kementerian PUPR mendapatkan perintah dari Presiden untuk cari penyebabnya, solusinya untuk membuat masyarakat kembali baik, terutama air," tuturnya di Asmat, Papua, Kamis (15/3/2018).


Selama ini untuk ketersediaan air bersih, masyarakat Asmat mengandalkan tadahan air hujan. Sebab, lahan Kabupaten Asmat merupakan rawa yang tidak memiliki air tanah.

Kondisi itu menyulitkan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih ketika musim kemarau. Mereka bahkan harus ke dalam hutan untuk menggali tanah menjadi sumur sementara atau mengambil air dari sungai di tengah hutan.

Karena itu, Kementerian PUPR tahun ini akan membangun sembilan penampungan air yang tersebar di Asmat. Air itu akan menjadi cadangan bagi warga Asmat di musim kemarau.


Kedua, soal transportasi dan ketersediaan infrastruktur. Kementerian PUPR akan membangun 4 jembatan gantung yang menghubungkan desa-desa yang selama ini terpisah oleh sungai.

Selain itu, tahun ini Kementerian PUPR akan membangun 100 rumah di Kabupaten Asmat. Selain itu juga dilakukan revitalisasi 114 rumah yang sudah terbangun.

"Nanti kamar mandinya akan ditaruh di luar. Itu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan," tambah Basuki.

Nantinya juga akan ada peran dari kementerian lainnya. Seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang membawahi beberapa kementerian di bawahnya untuk melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya kebersihan.

Basuki juga berharap bantuan dari perusahaan swasta melalui CSR serta LSM untuk melakukan edukasi yang sama di Kabupaten Asmat.

"Saya kira CSR dari corporate ataupun LSM di sini tempatnya yang cocok. Mereka ini juga butuh edukasi, lihat sampah-sampah di sini. Lebih mudah bangun infrastruktur dari pada sumber daya manusianya," tuturnya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed