Gatot Nurmantyo Siap Nyapres, PKB: Partainya Apa?

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 15 Mar 2018 15:41 WIB
Jenderal Gatot Numantyo masuk di bursa calon Pilpres 2019. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta - Jelang masa pensiun, Jenderal Gatot Nurmantyo mengisyaratkan akan maju di Pilpres 2019. PKB pun mengingatkan soal dukungan partai yang harus dikantongi mantan Panglima TNI itu.

Wasekjen PKB Daniel Johan menyebut memang hak setiap warga negara untuk maju di pemilihan umum. Hanya saja dia mengingatkan soal syarat ambang batas capres yang diamanatkan dalam UU Pemilu.

"Hak setiap warga negara untuk dipilih dan memilih yang harus dihormati, yang penting berjalan sesuai konstitusi saja, tantangannya mungkin masalah dukungan partai yang wajib 20 persen, apa pak Gatot sudah punya?" ungkap Daniel kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).


Seperti diketahui, syarat untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres harus memenuhi presidential threshold 20-25 persen. Itu berarti pasangan yang akan maju harus memenuhi minimal dukungan parpol atau gabungan parpol dengan 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional Pemilu 2014.

PKB pun berharap agar Gatot bisa menemukan partai yang mau mendukungnya. Namun bila tak mendapat tiket untuk maju Pilpres, Daniel pun menawarkan Gatot untuk bergabung ke PKB dan mendukung sang ketum, Muhaimin Iskandar, yang sudah mendeklarasikan diri sebagai cawapres.

Gatot Nurmantyo Siap Nyapres, PKB: Partainya Apa?Foto: Daniel Johan. (Andhika Prasetia/detikcom).
"Semoga pak Gatot dapat perahu, tapi kalau tidak, PKB welcome kepada Pak Gatot untuk bergabung dan ikut mendukung pencalonan Cak Imin," tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Jenderal Gatot sendiri saat ini masih berstatus sebagai perwira aktif. Dia akan menjadi purnawirawan di akhir bulan ini.

[Gambas:Video 20detik]


Nama Gatot memang sudah ramai dibicarakan dalam kontestasi Pilpres 2019. Jenderal bintang empat itu sudah angkat bicara mengenai hal tersebut.

"Kita lihat nanti. Apabila rakyat menghendaki, lain ceritanya," kata Gatot di acara Mata Najwa, yang disiarkan langsung oleh Trans7, Rabu (14/3/2018).

"Sekarang saya masih menjadi seorang prajurit. Tetapi ya, apabila rakyat menginginkan, itu menjadi tanggung jawab," imbuhnya. (elz/van)