Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa toleransi umat beragama di Tanah Air dikagumi oleh negara lain. Mereka, kata dia, mengagumi Indonesia yang mayoritasnya muslim bisa berdemokrasi dengan baik.
"Diam diam negara lain itu mengamati Indonesia. Mereka kagum bagaimana negara dengan mayoritas muslim bisa berdemokrasi. Kagum semua," ungkapnya di hadapan peserta seminar, Kamis (15/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Indonesia hari libur semua agama jadi hari libur untuk semua. Harmoni ini terbangun bukan baru-baru ini saja, tapi jauh dulu sejak Indonesia merdeka," imbuh pria berkacamata tersebut.
Selain bercerita soal toleransi, Zulkifli juga mengajak kepada peserta seminar untuk memajukkan ekonomi umat Islam, salah satunya dengan berwirausaha. Menurut pria yang akrab disapa Bang Zul tersebut, wirausaha adalah pekerjaan mulia karena dilakukan pula oleh Nabi Muhammad SAW.
"Sekarang waktunya umat islam maju dengan ekonomi yang kokoh. Menjadi wirausaha itu mulia, itu yang dilakukan Rasulullah dan Islam hadir ke Indonesia dibawa saudagar," ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh dan Ulama Indonesia (BAKOMUBIN) Deddy Ismatullah, melemparkan pujian kepada Zulkifli karena dianggap berani dan konsisten dalam bertindak.
"Beliau berani suarakan untuk menolak perilaku LGBT. Bang Zul juga konsisten tolak peredaran minuman keras. Seluruh pengurus BAKOMUBIN mendoakan semoga beliau jadi pemimpin nasional di 2019," kata Deddy.
Seminar Nasional Gerakan Ekonomi Ummat Berbasis Masjid dan Pesantren merupakan hasil kerjasama MPR dan Badan Koordinasi Muballigh dan Ulama Indonesia (BAKOMUBIN) yang diselenggarakan hari ini di Gedung Nusantara V MPR. (ega/ega)











































