DetikNews
Kamis 15 Maret 2018, 10:48 WIB

Pemprov akan Pantau Proyek LRT yang Sebabkan Pipa Bocor di Cawang

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Pemprov akan Pantau Proyek LRT yang Sebabkan Pipa Bocor di Cawang Petugas memperbaiki pipa gas bocor di depan kantor BNN, Jl MT Haryono, Selasa (13/3/2018). (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan ikut memantau proyek LRT yang menyebabkan pipa gas bocor di Cawang, Jakarta Timur. Anies mengatakan Pemprov DKI akan memantau proyek tersebut.

"Itu bukan proyek kita ya, bukan proyek Pemprov. Jadi nanti kita pantau mereka untuk bertanggung jawab," kata Anies di kompleks Koarmabar, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/3/2018).


Sebagaimana diketahui, pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kembali bocor pada Rabu (14/3) pukul 18.45 WIB. Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menyebut peristiwa kebocoran hari ini diakibatkan terkena backhoe proyek LRT. Tim dari PGN pun sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.

"Tim di lapangan sudah mengkonfirmasi kebocoran pipa gas di lokasi yang sama dengan kemarin yang diduga akibat terkena backhoe," kata Rachmat melalui keterangan resmi tertulis, Rabu (14/3) kemarin.


Pipa gas PGN juga sempat bocor pada Senin (12/3) pukul 19.50 WIB. Penyebabnya, pipa PGN yang tertanam sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah tersebut terkena mata bor dari kegiatan pemasangan tiang pancang proyek LRT.

Hal serupa dikatakan Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim AKBP Sapta Maulana. Dia menyebut kebocoran pipa gas ditimbulkan dari pekerjaan LRT.

"Mereka lagi pengeboran buat fondasi proyek LRT. Pada saat mengebor, ternyata kena pipa milik PT PGN," ujar Sapta, Rabu (14/3).


Polisi akan menyelidiki kebocoran pipa gas yang berlokasi di depan gedung BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur. Polisi akan meminta keterangan kepada pihak kontraktor PT Adhi Karya atas dugaan kebocoran gas yang ditimbulkan akibat proyek pembangunan LRT.

"Nanti arahnya ke sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (15/3).

Argo mengatakan pemeriksaan dilakukan secara berjenjang. "Dimulai dari pengawas lapangan dahulu, berjenjang," ujar Argo.
(fdu/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed