DetikNews
Kamis 15 Maret 2018, 09:43 WIB

Pemkab Mentawai: Warga Boleh ke Pulau Asal Tak Ganggu Tamu Resort

Yulida Medistiara - detikNews
Pemkab Mentawai: Warga Boleh ke Pulau Asal Tak Ganggu Tamu Resort Video cekcok rombongan DPRD Sumbar dan Mentawai dengan bule saat akan menyandar ke Pulau Makakang, Mentawai, Sumbar (Foto: Screenshot video)
Jakarta - Pemkab Mentawai menyebut tidak ada larangan bagi warga yang ingin mendatangi pulau-pulau di wilayah resort. Namun, warga tidak diperkenankan mengganggu tamu-tamu yang menginap di resort.

"Masyarakat boleh masuk nggak bayar juga nggak apa-apa, hanya saja, kadang masyarakat kan bakar sampah, kan bakar sampah kalau ada tamu mereka nggak boleh jadi mengganggu di sana. Karena itu kan pulau kadang masyarakat kita ke sana siap mancing pergi ke pantai, bakar ikan kan biasa itu. Nah kalau bakar bakar di sana lagi ada tamu terganggu mereka,"ujar Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sebaeleake ketika dihubungi, Rabu (14/3/2018) malam.


Sebelumnya ada insiden anggota DPRD yang dilarang masuk ke resort di Pulau Makakang, Sumatera Barat. Namun Korta menyebut hal itu hanyalah salah paham antar kedua belah pihak.

"Kan mereka pengelola di sana belum menyampaikan aturan apa yang harus dijaga, dan apa perilaku kita untuk menjaga keamanan tamu, ini juga belum terjadi suatu komunikasi," kata Korta.

Dalam waktu dekat nantinya Pemkab Mentawai, kepolisian, Kesbangpol, Dinas Pariwisata akan menggelar rapat untuk menyusun aturan terkait kesepakatan dua pihak. Aturan itu akan mengatur hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan penduduk lokal di pulau yang disewa pengelola. Dia menyebut ada sekitar 30 sampai 50 pengelola resort di wilayahnya.


"Tamunya kan datang itu untuk liburan, ada tamu mereka kalau kita masuk ke sana itu mengganggu gak enak juga buat mereka. Cuma di tataran mereka ini kan sosialisasi di masyarakat kita juga bagaimana menjaga tamu atau apa, kemudian hal-hal etika di tingkat resort yang harus dijaga itu kan harus dikomunikasikan di tingkat masyarakat, sama-sama memperbaiki dan melihat kekurangan," kata Korta.

"Di Mentawai ada 30 sampai 50-an resort kalau buat aturan kan harus ada kesepakatan bersama-sama untuk perjanjian-perjanjian. Kami bakal mengundang seluruh resort di Mentawai, tentu kita kumpulkan aturan yang ada dalam rangka melindungi masyarakat kita, kita harus mendapatkan masukan dari beberapa di daerah lain," imbuhnya.

Seperti diketahui, video anggota DPRD cekcok dengan bule di Kepulauan Mentawai jadi viral di media sosial. Dalam video, tampak kedua pihak adu mulut di atas perairan dari kapal masing-masing yang ditumpangi.

Informasi yang beredar, rombongan DPRD diadang bule tersebut menyandar di sebuah resort di Pulau Makakang, Kecamatan Sipora Utara, Mentawai. Kondisi ini memicu emosi rombongan anggota DPR.

Ketua DPW NasDem Sumbar Malkan Amin, yang ada di lokasi saat itu, mengatakan rombongan dilarang turun ke pantai. Bule yang melarangnya mengatakan ada banyak paku di pasir.

"Waktu kita mau turun tidak boleh, alasannya banyak paku nanti tertusuk. Katanya lagi renovasi. Jadi datang saja lusa nanti, kata dia," tutur Malkan saat dihubungi detikcom, Selasa (13/3/2018).

"Saya bilang mau turun ke pantainya saja. Tapi tetap tidak boleh. Saya bilang, di sini ada DPR. Kemudian kita pakai speedboat DPRD. Artinya kan kita tamu DPRD. Tapi tetap tidak boleh turun," sambungnya.
(yld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed