DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 16:51 WIB

Teror Air Keras ke Penyidik KPK Terjadi 2015, Pelaku Belum Terungkap

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Teror Air Keras ke Penyidik KPK Terjadi 2015, Pelaku Belum Terungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK menyatakan penyerangan terhadap penyidik sebelum Novel Baswedan terjadi pada 2015. Kasus itu juga sudah dilaporkan ke polisi.

"Penyiraman soda api ke mobil penyidik itu juga sudah dilaporkan tentu ke Polri. Bahkan penyidiknya juga sudah diperiksa saat itu sebagai pelapor," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat diminta konfirmasi, Rabu (14/3/2018).


Namun Febri menyebut pelaku penyerangan itu belum ditemukan hingga kini. Hal ini serupa dengan kasus Novel, yang hingga hampir setahun bergulir belum juga terungkap tersangkanya.

"Sejak 2015, pelaku penyiraman soda api ke penyidik KPK belum ditemukan," kata Febri.

Menurutnya, ini bukan semata soal pengungkapan pelaku kejahatan, tetapi juga mencegah agar teror yang sama kembali terjadi. Sebab, kata Febri, siapa pun bisa menjadi sasaran.

"Bukan hanya pegawai KPK, tapi masyarakat sipil, bahkan jurnalis, yang mengungkap kasus korupsi tidak luput dari potensi teror tersebut. Karena itulah, pengungkapan pelaku serangan tersebut sangat penting," tutur Febri.


Sebelumnya, Agus Rahardjo membenarkan adanya penyerangan air keras terhadap penyidik KPK sebelum Novel Baswedan. Agus mengatakan salah satu korban itu adalah penyidik senior di KPK. Selain disiram air keras, rumah penyidik senior itu dilempar dengan bom molotov.

"Mobilnya itu kalau nggak salah penyidik yang senior, malah ada yang rumahnya dilempari bom molotov," kata Agus di gedung Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed