Setelah Terima Ribuan SMS, Kini Ganti SBY Kirim SMS

Setelah Terima Ribuan SMS, Kini Ganti SBY Kirim SMS

- detikNews
Selasa, 28 Jun 2005 12:00 WIB
Jakarta - Setelah menerima ribuan SMS dari masyarakat di nomor 9949, kini giliran Presiden SBY yang mengirim SMS ke seluruh rakyat Indonesia. Isi SMS Presiden bukan keluhan, tapi ajakan untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. "Izinkan saya berkirim SMS ke seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada. Mudah-mudahan di hari yang penting ini menggugah kita semua untuk bersatu, melangkah bersama memerangi kejahatan yang sangat menghancurkan negara dan bangsa kita," ucap Presiden di akhir pidato sambutannya dalam peringatan Hari Internasional Anti Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Gelap Narkoba di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2005).Bunyi SMS yang dikirim Presiden: Presiden RI. Stop penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju. Isi SMS tersebut ditampilkan dalam sebuah layar projector yang dipasang pada panggung peringatan. Pada layar projector lainnya tertulis bahwa SMS tersebut telah dikirimkan oleh masing-masing operator telepon selular. Pada layar lainnya tertulis: SMS has been sent by the operator. Logo para operator selular pun juga ditampilkan, antara lain PT Telkom, Telkomsel, Flexi, Indosat, XL, Matrix, IM3 dan Mentari. Pada bagian atas layar terdapat logo Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya, Ketua BNN sekaligus Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar dalam pidatonya sempat mengajukan permintaan kepada Presiden untuk berkirim SMS kepada publik. Kapolri meminta agar SMS yang dikirim Presiden berisi imbauan pencegahan penggunaan narkoba. Menurut Kapolri, yang sangat penting dilaksanakan saat ini adalah melibatkan masyarakat secara aktif untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing. Upaya ini, menurut Kapolri, bisa dimulai dari tingkat keluarga. Sebab, saat ini peredaran obat terlarang tersebut sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Data BNN hingga Mei 2005 menunjukkan bahwa sebesar 3,5 juta atau 1,5 % penduduk Indonesia saat ini disinyalir menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Anda juga menerima SMS dari SBY? (ism/)


Berita Terkait