DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 10:42 WIB

Pengelola Panggil 247 Penunggak Rusun Tambora

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pengelola Panggil 247 Penunggak Rusun Tambora Pengelola Rusun Tambora memanggil penghuni yang menunggak pembayaran sewa. (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta -
Unit Pengelola Rumah Susun Tambora memanggil pemilik unit yang menunggak pembayaran. Mereka diminta datang di lobi Tower B untuk menjelaskan masalah tunggakan.
"Yang menunggak ada 247 unit. Kita beri undangan kepada yang menunggak minimal 4 bulan," ucap kepala Seksi Penertiban Safiq saat ditemui di Rusun Tambora, Jakarta Barat, Rabu (14/3/2018).
Menurut Safiq, tindakan ini efektif karena banyak warga yang datang ke lokasi. Mereka menjelaskan hambatan yang dialami, tapi ada yang berniat untuk mencicil.
"Cara ini efektif. Banyak yang datang, ada juga yang mau mencicil. Kalau tindakan (sanksi), kita persuasif dulu saja," ucap Safiq.
Unit-unit yang menunggak lebih dari 3 bulan ditempeli segel oleh pengelola. "Ada penunggak yang sampai 24 bulan. Total tunggakan semua sekitar Rp 1,1 miliar," kata Safiq.

Penghuni diminta sampaikan alasan menunggakPenghuni diminta menyampaikan alasan menunggak pembayaran. (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Salah satu pemilik rusun yang menunggak adalah Devi. Dia menunggak sekitar Rp 12 juta.
"Ini kemahalan, suami saya kerjanya serabutan. Saya ibu rumah tangga," kata Devi saat ditemui di lokasi yang sama.
Devi tinggal di Tower C lantai 6, dengan harga sewa Rp 458 ribu. Dia meminta pemerintah DKI Jakarta menurunkan harga sewa.
"Saya tinggal di tempat lama sebelum diganti tower. Dulu Rp 98 ribu. Saya minta harganya diturunkanlah," ucapnya.



(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed