Pemerintah Tawarkan GAM Dua Solusi untuk Aceh
Selasa, 28 Jun 2005 11:35 WIB
Jakarta - Meski menuai kritik pedas dari DPR, pemerintah tetap akan melanjutkan dialog dengan GAM di Helsinki. Pada ronde lima nanti, ada dua solusi yang bakal ditawarkan untuk GAM.Dua solusi yang akan dibawa ke meja perundingan pada pertengahan Juli nanti, yakni penerimaan otonomi khusus dan terminasi konflik secara permanen.Menko Polhukam Widodo AS menegaskan pertemuan informal di Helsinki merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan Aceh. Format pertemuannya, tetap masalah domestik dan tidak ada keinginan untuk menginternasionalisasi masalah Aceh."Pertemuan Helsinki bukan hanya satu-satunya cara untuk menyelesaikan Aceh. Tetapi ada kebijakan lain yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi realitas adanya GAM di sana," kata Widodo usai membuka forum dialog dan konsultasi peningkatan ketertiban, keamanan dan penegakan hukum di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2005).Mantan Panglima TNI ini menilai hasil evaluasi darurat sipil pada saat konsultasi pemerintah dengan DPR beberapa waktu lalu serta evaluasi adanya penurunan status dari darurat sipil ke tertib sipil menunjukkan, eksistensi GAM atau keberadaan gerakan separatis masih ada dan harus ada langkah-langkah untuk menanganinya. "Itu realitas yang harus kita hadapi," tandasnya.Apakah akan ada penurunan jumlah TNI di Aceh? "Kita menyesuaikan. Saya kira dalam rapat konsultasi dengan DPR yang lalu, keberadaan TNI di sana tetap dipertahankan karena realitasnya masih ada gangguan keamanan dengan GAM," imbuh Widodo.
(aan/)











































