DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 20:53 WIB

Suap Rp 30 Juta Hakim PN Tangerang Berasal dari Pengacara

Haris Fadhil - detikNews
Suap Rp 30 Juta Hakim PN Tangerang Berasal dari Pengacara Uang suap yang diterima hakim PN Tangerang yang diamankan KPK (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri diduga menerima suap terkait pengurusan perkara. Uang suap Rp 30 juta yang diterima Wahyu diduga berasal dari pengacara.

"Murni dari pengacara. Untuk sementara ada kesepakatan antara M sebagai pemilik tanah tadi. Ada success fee, 40-60 pembagiannya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Menurut Basaria, kesepakatan itu yang membuat pengacara menyuap hakim. Tujuannya, lanjut Basaria, agar perkara yang ditangani pengacara tersebut dimenangkan hakim.


"Oleh sebab itu advokat ini semaksimal mungkin menang perkaranya. Sementara tidak ada uang yang memgalir dari pihak berperkara," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri dan Tuti Atika, sebagai tersangka. Keduanya disebut menerima suap terkait gugatan perdata wanprestasi.


"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima: WWN (Wahyu Widya Nurfitri) dan TA (Tuti Atika), diduga sebagai pemberi: AGS (Agus Wiratno) dan HMS (HM Saipudin)," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di kantornya.

Agus dan Saipudin disebut sebagai advokat. Mereka memberikan suap kepada Wahyu terkait gugatan perdata perkara wanprestasi. KPK menyebut commitment fee terkait pengurusan itu adalah Rp 30 juta.
(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed