Diskusi soal penjajakan kerja sama parpol penegak hukum ini dibahas dalam pertemuan pengurus DPP NasDem bersama pimpinan KPK yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan dan Deputi Pencegahan Pahala Nainggolan.
"Diskusi bagaimana kita bersama membangun tata negara yang baik, membangun pencegahan korupsi yang lebih efektif, dan bisa membangun kerja sama antara lenbaga pemberantas korupsi baik KPK, polisi dan Kejaksaan bersama partai politik," kata Johnny di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama parpol dan penegak hukum menurut Johnny bisa membentuk parpol sebagai sumber rekrutmen pimpinan nasional. Menurutnya, hal yang fundamental dalam mencegah dan memberantas korupsi adalah membangun moralitas bangsa.
"Yang fundamental bagaimana membangun moralitas bangsa sebagai sumber utama sumber daya manusia kita yang mau mencegah dan memberantas korupsi. Sistem tanpa moralitas yang baik itu jadi usaha kerja keras yang lama," sambungnya.
Sementara itu, Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan mengatakan sejumlah hal yang dibahas dengan NasDem di antaranya pendanaan parpol, hingga kerja sama KPK dengan parpol.
"Dalam catatan KPK ini yang pertama DPP Parpol datang ke KPK. Kita diskusikan bagaimana penguatan partai, kita bicarakan tentang pendanaan, biaya politik untuk kader-kader yang maju kontestasi, kita bicarakan sedikit tentang sistem pilkada," sambung Pahala.
"Kita bicarakan juga kemungkinan kerja sama misalnya KPK kalau punya informasi tentang kader partai kita bagi juga ke DPP jadi bisa dua jalan, satu pencegahan lewat partai, kedua kita pencegahan lebih kuat," imbuhnya. (haf/fdn)











































