Rencana TNI AD Membeli Senjata dari Israel Perlu Dikaji

Rencana TNI AD Membeli Senjata dari Israel Perlu Dikaji

- detikNews
Selasa, 28 Jun 2005 09:15 WIB
Jakarta - TNI Angkatan Darat berencana membeli senapan jenis AR Galiea dari Israel pada 2005-2009. Rencana ini dipersoalkan anggota DPR, karena akan berdampak negatif pada diplomasi Indonesia di panggung politik nasional dan internasional."Saya kira rencana pembelian senjata itu perlu dipertimbangkan lagi. Bagaimana pun rencana itu akan berdampak pada diplomasi politik Indonesia di dalam negeri maupun luar negeri," kata Anggota Komisi I DPR RI Djoko Susilo kepada detikcom, Selasa (28/6/2005).Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mempertanyakan mekanisme Mabes TNI AD dalam melakukan pembelian senjata serbu bagi pasukan infanteri tersebut. "Bagaimana cara pembelian senjata itu, kan kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Pasti di sini ada broker," imbuhnya.Dalam hitungan Djoko, jika saat ini Kopassus membutuhkan senjata jenis Galiea sebanyak 2.918 pucuk dengan harga per biji US$ 700, maka kebutuhan anggaran untuk membeli senjata itu sekitar US$ 2,1 juta."Memang sejauh ini belum ada senjata yang canggih untuk infanteri seperti Galiea. Tapi menurut saya lebih banyak mudharat-nya," tukas Djoko.Ditambahkannya, untuk mengetahui mengenai kebutuhan persis persenjataan, pihak DPR dalam rapat kerja dengan Menteri Pertahanan akan mempertanyakan hal tersebut. Hal ini disebabkan ada informasi yang menyebutkan saat ini TNI juga telah menggunakan senjata buatan Israel jenis UZI. "Tapi saya tidak tahu persis berapa jumlahnya," demikian mantan wartawan Jawa Pos ini.Seperti diketahui, pada saat Raker dengan DPR, Kepala Staf Angkata Darat Jenderal Joko Santoso menjelaskan bahwa pembelian senjata buatan Israel merupakan usulan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Markas Besar TNI, kata dia, sedang memroses teknis pembeliannya.Dikatakannya, prajurit Kopassus sudah terbiasa menggunakan jenis senjata Galiea. Namun, ia berjanji TNI AD akan mengevaluasi ulang rencana pembelian senapan Israel itu. "Akan kami pertimbangkan lagi," tuturnya. (san/)


Berita Terkait