DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 19:11 WIB

Kubu Hambalang dan Petahana Goyang Poros Ketiga

Erwin Dariyanto - detikNews
Kubu Hambalang dan Petahana Goyang Poros Ketiga Presiden Jokowi, Prabowo, AHY, Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan (Ilustrasi: Fuad Hasyim/detikcom)
Jakarta -

Pertemuan petinggi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa pada Kamis pekan lalu belum membuat kata 'sepakat': membentuk poros ketiga untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden 2019. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan ketiga partai sepakat menggelar pertemuan selanjutnya.

Dalam sepekan yang lalu, wacana terbentuknya poros ketiga untuk mengusung capres dan cawapres memang santer terdengar. Tapi sejumlah pihak meragukan terbentuknya poros ketiga untuk melawan Joko Widodo (Jokowi), juga Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Pilpres 2019 bisa saja diikuti tiga pasangan capres dan cawapres. Ketiga pasangan calon tersebut adalah kandidat dari poros petahana Jokowi, poros Hambalang pengusung Prabowo Subianto, dan poros alternatif yang dibentuk Cikeas dengan capres Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Pangi, poros ketiga bisa memunculkan calon alternatif yang punya kans mendulang elektoral dan mengambil ceruk segmen capres lainnya. Namun pembentukan poros ketiga ini tak mudah. Poros ini akan bubar ketika Partai Demokrat merapat ke poros petahana.

Begitu juga ketika PKB, dengan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres, merapat ke kubu Hambalang, yang dibentuk Partai Gerindra dengan Prabowo Subianto sebagai capresnya.

"Kalau Demokrat merapat ke Jokowi, dengan syarat AHY jadi cawapres Jokowi, maka poros ketiga (alternatif) bubar di tengah jalan. Atau Cak Imin ke poros Prabowo, poros ketiga bubar di tengah jalan," kata Pangi saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/3/2018).

Terkait manuver PD, PAN, dan PKB pekan lalu, Pangi menilai hal itu dilakukan untuk tes pasar saja. Terbukti hingga kini mereka belum mencapai kata 'sepakat'.

"Untuk membentuk poros ketiga nggak mudah juga. Namun yang jelas PKB, Demokrat, dan PAN sedang melakukan testing on the water alias cek ombak," tutur Pangi.

Partai Gerindra, yang kemungkinan besar akan berkoalisi di Pilpres 2019, juga terus bergerilya mendekati PD, PAN, dan PKB. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan partainya dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden 2019.

Gerindra kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera. Kecocokan dua partai itu berkoalisi di sejumlah pemilihan kepala daerah diperkirakan akan berlanjut di Pilpres 2019. "Dengan PKS sudah mantap," kata Ferry.

Meski sudah memiliki modal cukup untuk mengajukan capres-cawapres bila berkoalisi dengan PKS, Gerindra terus menjajaki komunikasi dengan partai lain, termasuk PAN, PKB, dan Demokrat. "Komunikasi dengan partai lain terus dijajaki. Perlu sekali (PAN, PKB, dan PD) semua terus dijajaki," kata Ferry.




(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed