DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 18:27 WIB

Bukannya Berwisata, 3 WN Turki Ini Malah Bobol ATM di Bali

Nandhang Risadhe Astika - detikNews
Bukannya Berwisata, 3 WN Turki Ini Malah Bobol ATM di Bali
Denpasar - Tiga warga negara Turki, Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31), dan Tayfun Koc (36), diamankan oleh tim Opsnal Ditreskrimum Polda Bali di dua lokasi berbeda. Ketiganya merupakan anggota sindikat pembobolan uang nasabah di ATM lintas negara.

Dua pelaku, Mehmet dan Tayfun, ditangkap saat sedang membobol ATM di minimarket Canggu Mart, Jalan Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Dua orang asing tersebut diketahui tengah beraksi memasang router atau alat perekam data nasabah pada ATM.

"Router ini dihubungkan ke ATM. Kalau ada orang masukin kartu ATM, secara otomatis datanya akan terekam pada alat itu," ujar Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Sang Made Mahendra Jaya saat gelar perkara di kantornya, Senin (12/3/2018).

Pelaku juga memasang panel berisi kamera di atas keypad untuk merekam PIN nasabah. Data nasabah yang telah direkam tersebut selanjutnya dikirim kepada seseorang bernama Tugay Kemir, yang berada di Istanbul, Turki. Setelah diolah, data dikirim kembali kepada para pelaku di Bali.

Setelah perekaman data secara ilegal ini rampung, para pelaku mulai beraksi sesuai peran masing-masing.

"Awalnya kedua pelaku (Mehmet dan Tayfun) ditangkap di ATM di kawasan Canggu saat melakukan skimming pada skimmer di ATM. Mereka diamankan di TKP sekitar pukul 4 dini hari," imbuh Mahendra.

Tak hanya dua kedua pelaku, polisi juga menciduk satu orang lagi, yakni Dogan, di salah hotel di Jalan Dewi Sartika, Kuta, beberapa jam setelah penangkapan pertama. Pria yang berprofesi sebagai nakhoda kapal kargo ini merupakan pelaku utama.

Perannya adalah mengakses, merakit, mengolah data, dan memasukkan data ke kartu ATM. Kepada polisi, pelaku mengaku baru beroperasi selama dua hari, pada 7-9 Maret.

"Pengakuannya baru dua kali beraksi. Tapi sudah ada 12 laporan ATM yang dibobol," kata perwira melati tiga di pundak ini.

Berdasarkan data yang diterima penyidik dari pihak bank, ada 12 laporan dengan kerugian mencapai Rp 119,6 juta. Alat yang digunakan dalam aksinya ini mereka dapatkan dengan membeli dari China.

Catatan paspor ketiga pelaku menunjukkan catatan persinggahan perjalanan mereka adalah Malaysia, Thailand, dan Bali, Indonesia. Polisi menduga pelaku melakukan aksi kejahatannya di tiga negara.

Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 17.848.000, USD 100, dan 75 ringgit Malaysia. Juga 4 buah perangkat router, 4 panel kamera, 5 unit laptop, 78 kartu magnetik, dan peralatan untuk merakit alat skimming.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed