DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 18:10 WIB

Pimpinan DPR Sarankan Ini Agar Anak Tak Terjerumus Narkoba

Niken Widya Yunita - detikNews
Pimpinan DPR Sarankan Ini Agar Anak Tak Terjerumus Narkoba Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, generasi muda rawan penyalahgunaan narkotika karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti pengaruh lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, hingga pengaruh media sosial.

Menurutnya, baik orang tua maupun tenaga pendidik di sekolah, harus memberikan pengawasan dan tidak memberikan ruang untuk penyalahgunaan narkotika.

"Peredaran narkotika sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, telah menjangkit generasi muda kita. Di sini lain, karena psikologi anak yang belum stabil, rentan dipengaruhi lingkungan untuk menyalahgunakan narkoba. Untuk itu, peran agar anak tidak menyalahgunakan narkotika harus datang dari orang tua, sekolah, dan lingkungan," kata Taufik, di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Taufik pun meminta peran aktif dari pemerintah, khususnya Badan Narkotika Nasional untuk selalu memberikan penyuluhan anti narkotika serta bahaya narkotika kepada seluruh anak didik di Indonesia. Selain itu, dengan masifnya peredaran dan masuknya narkotika ke wilayah Indonesia, perlu adanya revisi pada Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Psikotropika. Mengingat UU ini dinilai sudah tidak relevan.

"Saya mendukung adanya revisi pada UU Narkotika. Mengingat UU ini sudah tidak relevan untuk saat ini. Bahkan, hukuman akibat dari melanggar UU ini pun dirasa belum bisa membuat jera pengedar. Hal ini yang mengakibatkan berton-ton narkoba masuk ke Indonesia, dan napi yang dipenjara masih bisa mengendalikan peredaran narkoba," kata dia.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta diantaranya menjadi pencandu narkotika, serta 1,6 juta anak dari jumlah tersebut menjadi pengedar. Adapun maksimal usia anak yang menjadi pecandu berusia 18 tahun. Tentunya, ini harus menjadi peringatan serius bagi para orang tua.

Diketahui, saat ini, total kasus narkoba yang ditangani KPAI yakni 2.218 kasus. Sebesar 15,69 persen anak menjadi pecandu dan 8,1 persen menjadi pengedar. Diperkirakan kasus narkoba terhadap anak akan terus meningkat.

"Apalagi penyebaran narkoba juga mengalami peningkatan. Narkoba diperkirakan akan menyerang anak dengan tingkat usia lebih rendah. Paling tidak anak berusia 9 bulan sudah bisa menjadi pecandu," ungkap Komisioner Bidang Kesehatan KPAI Sitti Himawatty, di Jakarta.



(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed