"Jangan lagi isunya soal agama, suku, mayoritas-minoritas. Itu sudah kuno. Kita harus bicara Indonesia. Semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," ujar Zulkifli dalam diskusi bersama wartawan parlemen di press room kompleks parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).
Menurut Zulhasan, sapaan akrab Zulkifli Hasan, kita harus keluar dari situasi seperti itu. Sebab, kalau selalu seperti sekarang, yang dipenuhi dengan isu suku, agama, mayoritas-minoritas, dan lainnya, Indonesia tidak akan beranjak maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu sebabnya ada kasus penyerangan terhadap ulama, pastor, karena ada keyakinan bahwa masyarakat kita bisa diadu-adu.
"Karena itu, saya berpendapat kita harus keluar dari apa yang terjadi sekarang ini. Seperti sudah disepakati, kita tidak lagi bicara soal suku, agama, ras, antargolongan. Tapi kita bicara tentang Indonesia, yang setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama di negeri ini," kata Zulhasan.
Dia menambahkan maju atau mundurnya sebuah negara tergantung bagaimana mengelola negara itu. Singapura yang tidak memiliki perkebunan sawit atau tambang saja bisa maju. Korea Selatan dan Korea Utara memiliki etnis, suku, yang sama, tapi Korea Selatan lebih maju dari Korea Utara.
"Kita harus bicara Indonesia yang bersatu. Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa memajukan negeri ini. Kita harus melangkah ke sana sehingga kita bisa melawan SARA, hoax, radikalisme, dan lainnya," pungkasnya. (ega/nwy)











































