Separo Warga Buyat Tinggalkan Kampung Halaman
Selasa, 28 Jun 2005 00:13 WIB
Bali - Sebanyak 66 kepala keluarga (KK) warga Buyat telah meninggalkan kampung halaman untuk selamanya. Akan tetapi setidaknya 12 KK memilih tetap bertahan."Sebanyak 66 KK sudah pindah, ada 12 KK lainnya masih pikir-pikir," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar kepada wartawan di Kantor Asisten Deputi Urusan Wilayah Bali dan Nusra, Jl Ir Juanda, Denpasar, Senin (27/05/2005).Warga Buyat yang bersedia pindah ditampung di tiga wilayah, yaitu di Tetengsan dan Matongkat, Minahasa Selatan dan Dominanga, Bolaang Mongando. "Mereka siap untuk menerima warga Buyat untuk bermukim di sana," katanya.Witoelar mengatakan, pihaknya tidak melakukan intervensi agar warga Buyat bersedia meninggalkan kampung halamannya. "Kita tidak paksa, kalau ada yang mau pindah ya pindah. Kalau tidak ya tidak. Kita hanya menyatakan ini (Buyat) tidak patut untuk dihuni," katanya.Sebagian warga Buyat telah berpindah tempat sejak 25 Juni 2005 lalu. Mereka telah membuat penampungan di lokasi barunya, sedangkan rumahnya di Buyat dibongkar. "Buyat nantinya akan diubah menjadi daerah yang sehat. Pemandangan di sana cantik sekali. Tetapi di sana ada macam-macam benda yang menjadi persoalan dan airya tidak sehat," demikian Witoelar.
(san/)











































