Fadli mengatakan tindakan membawa anak di bawah umur menggunakan alutsista untuk alasan apa pun tidak dapat dibenarkan.
"Menurut saya, kurang tepat, ya. Kalau untuk yang sudah dewasa dan mereka secara fisik juga punya kekuatan, kemampuan, itu bisa (menggunakan alutsista). Tapi untuk anak-anak kecil sangat tidak tepat, ya," kata Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli pun meminta pihak terkait melakukan evaluasi dan klarifikasi atas kejadian tersebut. Ia pun mengimbau agar ke depan tak terulang kejadian serupa.
"Ini harus ada evaluasi ya, harusnya tidak boleh terjadi. Mungkin harus ada klarifikasi, ya. Maksud dari tujuan kegiatan tersebut menggunakan alutsista TNI seperti itu bahwa ke depan tidak boleh ada terjadi kecelakaan seperti yang terjadi kemarin," ujarnya.
Diketahui, kecelakaan tank M113 milik Yonif Mekanis Raider 412/6/2 itu terjadi pada Sabtu (10/3) pukul 10.00 WIB. Saat itu sejumlah murid TK dan PAUD sedang berkegiatan pengenalan lingkungan di sekitar asrama. Kecelakaan terjadi saat anak-anak tersebut dibawa berkeliling asrama. Tank tersebut miring dan terperosok saat hendak berputar di pinggir daratan Sungai Bogowonto yang berpasir.
Dalam insiden ini, satu personel TNI AD, Pratu Randi Suryadi, dan Ketua Yayasan TK Ananda, Iswandari, meninggal dunia. Pihak Kostrad sedang menginvestigasi insiden ini.
Pihak Kostrad juga menyatakan siap bertanggung jawab dan menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban dan masyarakat terkait insiden ini.
(yas/tor)