Tak Ada Sumur Resapan di Sari Pan Pacific, Anies: Pelanggaran Fatal

Indra Komara - detikNews
Senin, 12 Mar 2018 13:04 WIB
Foto: Gubernur DKI Anies Baswedan sidak di Hotel Sari Pan Pacific. (Indra-detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sidak pengawasan sumur resapan di Hotel Sari San Pasific, Jakarta. Hasil sidak yang ditemui, Hotel tersebut tak memiliki sumur resapan.

"Ini tidak ada sumber resapan, sudah fatal, sementara penggunaan airnya 500 kubik per hari," kata Anies di gedung Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]




Anies bersama tim pengawas memulai sidak di Hotel Sari San Pasific pukul 10.26 WIB. Saat sidak, Anies juga ditemani oleh Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Kasatpol DKI Yani Wahyu.

Sidak di Hotel Sari San Pasific diawali dengan meminta data dari pihak hotel terkait dokumen sumur resapan. Anies menemui pihak hotel di lobi.

Tak Ada Sumur Resapan di Sari Pan Pacific, Anies: Pelanggaran FatalFoto: Gubernur DKI Anies Baswedan sidak di Hotel Sari Pan Pacific. (Indra-detikcom)

Setelah itu, petugas hotel bernama Dadan mengajak Anies beserta rombongan pengawas untuk memperlihatan sistem pengelolaan air di area hotel. Di sana, Anies melihat sistem pembuangan air toilet sampai air cucian laundry.

"Ini saluran awal dari kamar mandi, laundry," terang Dadan ke Anies.

Anies kemudian melihat kondisi saluran air tersebut. Ternyata, di dalam saluran air tersebut juga ditemukan banyak sampah.

"Mestinya ini bersih, itu ada sampah," kata Anies.

Setelah itu, Anies mengecek saluran pengelolaan air lainnya yang berada di belakang gedung. Anies merasa terkejut karena ditemukan endapan lemak dari saluran pembuangan dapur yang sudah mengeras.

"Ini tempat pembersihan lemak dapur yang seharusnya nggak mampet begini. Ini nggak diangkat," kata Anies.

Dari temuan itu, Anies menilai pelanggaran yang dilakukan Hotel Sari San Pasific terkait pengelolaan air masuk kategori fatal. Dia meminta pengelola hotel untuk membenahi sistem sumur resapan sampai saluran pembuangan limbah.

"Ini pelanggarannya fatal," ujarnya.


Anies berharap, dengan adanya sidak pengawasan pengelola gedung bisa berubah dengan memerhatikan betul soal sumur resapan dan sistem pengelolaan pada gedung. Dia ingin Jakarta jadi kota yang bersahabat dengan lingkungan khususnya pengelolaan air.

"Targetnya adalah berubah, bahwa lingkungan hidup dijadikan hal yang penting. Coba kita datang ke sana datang ke lobi hotel mewah tapi pengelolaan airnya buruk, bau, dan limbah. Jadi target kita Jakarta jadi kota yang sahabat dengan lingkungan terutama pengelolaan air," tuturnya usai sidak.

Terkait sanksi penindakan, Anies masih menunggu hasil berita acara dari tim pengawas. Pemprov akan menentukan sanski sesuai pelanggaran yang dilakukan pengelola gedung.

"(Sanski) Tergantung kesalahannya, menyangkut apakah administratif atau menyangkut perundang-undangan, karena dari situ beda. Karena ada undang-undang lingkungan hidup juga yang harus diikuti, karena kalau perda ada sanksinya, kalau undang-undang beda lagi konsekuensinya. Makanya setelah berita acaranya, baru kita tahu apa saja pelanggarannya dan dari situ kita tentukan sanksinya," paparnya. (idn/idh)