DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 10:38 WIB

Tirukan Suara Sri Mulyani, 2 Petani di Sulsel Tipu Korban Rp 150 Juta

M Bakrie - detikNews
Tirukan Suara Sri Mulyani, 2 Petani di Sulsel Tipu Korban Rp 150 Juta
Makassar - Tirukan suara Menteri Keuangan Sri Mulyani, dua orang pelaku penipuan bermodus belanja daring (online shop) menggasak uang korbannya sebesar Rp 150 juta. Mereka adalah RG (29) dan A (29) yang sehari-hari sebagai petani Desa Tanete Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Dalam aksinya, pertama-tama mereka menjual sebuah hand phone dengan harga murah melalui media sosial. Setelah bertransaksi dengan salah seorang korban, pelaku mengaku sebagai petugas Bea Cukai menelepon korban dan mengatakan HP yang ia pesan merupakan barang ilegal.

"Jadi saat korban bertansaksi, pelaku ini menghubunginya dan menelpon korban kalau HP-nya itu ditahan oleh Bea Cukai dan diacam akan dipanggil oleh polisi. Mereka pun seolah-olah ingin membantu dengan memperkenalkan polisi dan juga Menteri," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sindani dalam jumpa pers di kantornya, Senin (12/3/2018).

Setelah itu, pelaku menelpon korban dan mengaku sebagai pejabat di Polda Sulsel atas nama, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono. Korban diminta untuk mengirim sejumlah uang agar tidak diproses oleh polisi yang sudah menahan HP ilegal yang ia pesan sebelumnya itu.

"Jadi mereka mengaku menjadi polisi juga. Mungkin tidak mempan, mereka juga mengaku sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk menakuti korban ini, hingga akhirnya korban pun terpedaya dan mengirim uang kepada mereka," ujar Dicky.

Meski mereka lelaki, tetapi bisa menirukan suara perempuan yang seolah-olah dimiripkan dengan Sri Mulyani.

Saat ini, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku berinisial S. Pelaku ini merupakan pemilik akun Facebook Deby Ardi Wiyanto yang digukanan untuk melakukan penipuan modus online shop itu. Polisi juga menyita barang bukti berupa dua HP butut dan beberapa bukti transfer.

Mereka dijerat dengan pasal 28 ayat 1 junto pasal 36 jo pasal 51 ayat 2 UU ITE dengan dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed